Cara Cepat Mengatasi Motor Mogok Akibat Banjir Tanpa Merusak Mesin

Motor Mogok Akibat Banjir
Sumber :
  • ilustrasi

Motor mogok setelah menerjang banjir kerap menjadi mimpi buruk bagi pengendara, terutama di wilayah perkotaan yang rawan genangan. Kondisi ini sering terjadi secara tiba-tiba dan membuat pengendara panik. Padahal, langkah pertama yang paling penting justru adalah tetap tenang dan tidak gegabah. Memaksa motor langsung dinyalakan setelah terendam banjir berisiko memperparah kerusakan mesin dan komponen kelistrikan.

3 Skuter Listrik Harga Terjangkau dengan Fitur Keren di Januari 2026

Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mematikan mesin dan kontak. Tindakan ini sangat krusial untuk mencegah korsleting listrik, terutama jika air sempat masuk ke sistem kelistrikan motor. Setelah itu, motor sebaiknya segera didorong ke tempat yang lebih tinggi, aman, dan kering. Dengan begitu, pengecekan bisa dilakukan dengan lebih nyaman tanpa tergesa-gesa.

Setelah motor berada di lokasi yang aman, perhatian selanjutnya perlu diarahkan ke bagian knalpot. Knalpot yang terendam banjir hampir pasti kemasukan air. Jika air ini tidak segera dikeluarkan, ruang bakar akan terganggu dan mesin sulit dinyalakan. Untuk mengatasinya, pengendara dapat memiringkan motor ke arah knalpot agar air mengalir keluar. Pada beberapa jenis motor, menggoyangkan motor secara perlahan juga dapat membantu mengeluarkan sisa air yang terjebak di saluran knalpot.

Terobosan Finlandia: Listrik Nirkabel Hadapi 3 Tantangan Besar

Berikutnya, pemeriksaan berlanjut ke busi. Komponen kecil ini memegang peranan besar dalam proses pembakaran. Busi yang basah akibat air banjir akan membuat mesin mustahil menyala. Oleh karena itu, busi perlu dilepas dan dikeringkan menggunakan lap bersih atau tisu. Setelah busi dilepas, pengendara disarankan untuk melakukan starter atau engkol sebentar tanpa busi terpasang. Tujuannya agar air yang masuk ke ruang bakar terdorong keluar. Langkah ini cukup efektif dan sering menjadi solusi awal motor mogok karena kemasukan air.

Jika busi sudah kering, pasang kembali ke tempatnya dengan benar. Selanjutnya, cobalah menyalakan mesin secara perlahan, baik menggunakan starter elektrik maupun engkol. Apabila mesin berhasil hidup, jangan langsung digunakan. Sebaiknya biarkan motor menyala dalam kondisi diam selama beberapa menit. Tahap ini penting agar sisa air yang masih ada di dalam mesin dapat menguap dan proses pembakaran kembali stabil.

Halaman Selanjutnya
img_title
Listrik Nirkabel Mirip Wi-Fi: Finlandia Sukses Transfer Energi Udara