Cara Cepat Mengatasi Motor Mogok Akibat Banjir Tanpa Merusak Mesin
- ilustrasi
Namun demikian, jika mesin masih sulit hidup atau terasa brebet, pengecekan perlu dilanjutkan ke filter udara. Filter udara yang basah akan menghambat suplai udara ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna. Bila filter udara memang dalam kondisi basah, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu. Dalam kondisi darurat, filter bisa dilepas sementara agar mesin mendapatkan aliran udara yang cukup.
Meski begitu, ada kalanya semua langkah tersebut belum membuahkan hasil. Jika motor tetap tidak mau menyala, pengendara disarankan untuk tidak memaksakan kondisi. Memaksa mesin hidup justru berisiko menimbulkan kerusakan serius, seperti piston aus, stang seher bengkok, hingga kerusakan sistem kelistrikan. Dalam situasi ini, membawa motor ke bengkel terdekat merupakan pilihan paling aman, terutama untuk pemeriksaan lebih menyeluruh pada kelistrikan dan sistem pelumasan.
Selain itu, ada satu langkah lanjutan yang sering diabaikan, padahal sangat penting, yaitu mengganti oli mesin. Air banjir yang masuk ke dalam mesin bisa bercampur dengan oli dan menurunkan kualitas pelumasan. Oli yang tercampur air biasanya berubah warna menjadi kecokelatan atau seperti susu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen mesin. Oleh karena itu, mengganti oli sesegera mungkin setelah motor terendam banjir adalah langkah pencegahan kerusakan jangka panjang.
Secara keseluruhan, motor yang mogok akibat banjir sebenarnya masih memiliki peluang besar untuk kembali normal jika ditangani dengan cara yang tepat. Kuncinya adalah tetap tenang, tidak terburu-buru menyalakan mesin, serta fokus mengeluarkan air dari komponen vital. Dengan penanganan yang benar, pengendara tidak hanya bisa menghemat biaya perbaikan, tetapi juga memperpanjang usia pakai motor.