Cara Cepat Mengatasi Motor Mogok Akibat Banjir Tanpa Merusak Mesin

Motor Mogok Akibat Banjir
Sumber :
  • ilustrasi

Motor mogok setelah menerjang banjir kerap menjadi mimpi buruk bagi pengendara, terutama di wilayah perkotaan yang rawan genangan. Kondisi ini sering terjadi secara tiba-tiba dan membuat pengendara panik. Padahal, langkah pertama yang paling penting justru adalah tetap tenang dan tidak gegabah. Memaksa motor langsung dinyalakan setelah terendam banjir berisiko memperparah kerusakan mesin dan komponen kelistrikan.

Terobosan Finlandia: Listrik Nirkabel Hadapi 3 Tantangan Besar

Langkah awal yang wajib dilakukan adalah mematikan mesin dan kontak. Tindakan ini sangat krusial untuk mencegah korsleting listrik, terutama jika air sempat masuk ke sistem kelistrikan motor. Setelah itu, motor sebaiknya segera didorong ke tempat yang lebih tinggi, aman, dan kering. Dengan begitu, pengecekan bisa dilakukan dengan lebih nyaman tanpa tergesa-gesa.

Setelah motor berada di lokasi yang aman, perhatian selanjutnya perlu diarahkan ke bagian knalpot. Knalpot yang terendam banjir hampir pasti kemasukan air. Jika air ini tidak segera dikeluarkan, ruang bakar akan terganggu dan mesin sulit dinyalakan. Untuk mengatasinya, pengendara dapat memiringkan motor ke arah knalpot agar air mengalir keluar. Pada beberapa jenis motor, menggoyangkan motor secara perlahan juga dapat membantu mengeluarkan sisa air yang terjebak di saluran knalpot.

Listrik Nirkabel Mirip Wi-Fi: Finlandia Sukses Transfer Energi Udara

Berikutnya, pemeriksaan berlanjut ke busi. Komponen kecil ini memegang peranan besar dalam proses pembakaran. Busi yang basah akibat air banjir akan membuat mesin mustahil menyala. Oleh karena itu, busi perlu dilepas dan dikeringkan menggunakan lap bersih atau tisu. Setelah busi dilepas, pengendara disarankan untuk melakukan starter atau engkol sebentar tanpa busi terpasang. Tujuannya agar air yang masuk ke ruang bakar terdorong keluar. Langkah ini cukup efektif dan sering menjadi solusi awal motor mogok karena kemasukan air.

Jika busi sudah kering, pasang kembali ke tempatnya dengan benar. Selanjutnya, cobalah menyalakan mesin secara perlahan, baik menggunakan starter elektrik maupun engkol. Apabila mesin berhasil hidup, jangan langsung digunakan. Sebaiknya biarkan motor menyala dalam kondisi diam selama beberapa menit. Tahap ini penting agar sisa air yang masih ada di dalam mesin dapat menguap dan proses pembakaran kembali stabil.

Link Video Viral: Taksi Listrik Lawan Kereta Api di Perlintasan Kampung Bandan

Namun demikian, jika mesin masih sulit hidup atau terasa brebet, pengecekan perlu dilanjutkan ke filter udara. Filter udara yang basah akan menghambat suplai udara ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna. Bila filter udara memang dalam kondisi basah, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu. Dalam kondisi darurat, filter bisa dilepas sementara agar mesin mendapatkan aliran udara yang cukup.

Meski begitu, ada kalanya semua langkah tersebut belum membuahkan hasil. Jika motor tetap tidak mau menyala, pengendara disarankan untuk tidak memaksakan kondisi. Memaksa mesin hidup justru berisiko menimbulkan kerusakan serius, seperti piston aus, stang seher bengkok, hingga kerusakan sistem kelistrikan. Dalam situasi ini, membawa motor ke bengkel terdekat merupakan pilihan paling aman, terutama untuk pemeriksaan lebih menyeluruh pada kelistrikan dan sistem pelumasan.

Selain itu, ada satu langkah lanjutan yang sering diabaikan, padahal sangat penting, yaitu mengganti oli mesin. Air banjir yang masuk ke dalam mesin bisa bercampur dengan oli dan menurunkan kualitas pelumasan. Oli yang tercampur air biasanya berubah warna menjadi kecokelatan atau seperti susu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempercepat keausan komponen mesin. Oleh karena itu, mengganti oli sesegera mungkin setelah motor terendam banjir adalah langkah pencegahan kerusakan jangka panjang.

Secara keseluruhan, motor yang mogok akibat banjir sebenarnya masih memiliki peluang besar untuk kembali normal jika ditangani dengan cara yang tepat. Kuncinya adalah tetap tenang, tidak terburu-buru menyalakan mesin, serta fokus mengeluarkan air dari komponen vital. Dengan penanganan yang benar, pengendara tidak hanya bisa menghemat biaya perbaikan, tetapi juga memperpanjang usia pakai motor.