Adu Canggih Mobil Listrik vs PHEV, Mana Lebih Worth It?

Mobil Listrik vs PHEV
Sumber :
  • ilustrasi

Tidak hanya itu, harga penggantian baterai juga cukup mahal meski usia pakainya tergolong panjang. Jarak tempuh kendaraan pun sangat bergantung pada kapasitas baterai yang digunakan.

img_title Polytron Fox 350 vs ALVA N3 Next Gen, Mana Motor Listrik yang Paling Cocok untuk Harian?

Apa Itu Mobil PHEV?

PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle merupakan kendaraan hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Berbeda dari hybrid biasa, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan charger eksternal seperti mobil listrik.

img_title Motorola Razr Fold vs Oppo Find N6: Duel HP Lipat Premium dengan Kamera dan Performa Gahar

Beberapa model PHEV yang mulai dikenal di Indonesia antara lain Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius Plug-in Hybrid, dan BYD Sealion 6 DM-i.

Keunggulan utama mobil PHEV terletak pada fleksibilitasnya. Kendaraan ini dapat berjalan menggunakan tenaga listrik maupun bensin. Ketika baterai habis, mesin bensin akan otomatis bekerja sehingga pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.

img_title Peluncuran Produk Baru Xiaomi: Ada HP 200MP & Mobil Listrik

Hal tersebut membuat mobil PHEV cocok untuk pengguna yang sering bepergian lintas kota atau melakukan perjalanan jauh. Konsumsi bahan bakarnya juga jauh lebih irit dibanding mobil konvensional karena motor listrik membantu mengurangi kerja mesin bensin.

Namun, sistem PHEV yang menggabungkan dua sumber tenaga membuat komponennya lebih kompleks. Mobil jenis ini membutuhkan perawatan untuk mesin bensin, sistem hybrid, motor listrik, hingga baterai secara bersamaan. Akibatnya, biaya servis biasanya lebih tinggi dibanding mobil listrik murni.

Selain itu, bobot kendaraan cenderung lebih berat karena membawa dua sistem penggerak sekaligus. Mode listrik pada mobil PHEV juga biasanya hanya mampu menempuh jarak terbatas sebelum mesin bensin aktif kembali.

Perbandingan Mobil Listrik dan PHEV

Jika dibandingkan secara langsung, mobil listrik dan PHEV sebenarnya memiliki target pengguna yang berbeda. Mobil listrik lebih cocok untuk penggunaan perkotaan dengan akses charging yang mudah. Sementara itu, PHEV menawarkan fleksibilitas lebih tinggi bagi pengguna yang sering bepergian jauh.

Dari sisi sumber tenaga, mobil listrik sepenuhnya menggunakan baterai sehingga tidak menghasilkan emisi gas buang. Sebaliknya, mobil PHEV masih memakai mesin bensin sehingga tetap menghasilkan emisi ketika mesin aktif digunakan.

Dalam hal biaya operasional, mobil listrik jelas lebih hemat. Pengisian daya di rumah umumnya jauh lebih murah dibanding membeli bahan bakar minyak. Perawatan kendaraan juga lebih sederhana karena jumlah komponen mekanis lebih sedikit.

Halaman Selanjutnya
img_title