Adu Canggih Mobil Listrik vs PHEV, Mana Lebih Worth It?

Mobil Listrik vs PHEV
Sumber :
  • ilustrasi

Sementara itu, mobil PHEV masih membutuhkan bensin meskipun konsumsi BBM-nya lebih irit. Pengguna juga harus memperhatikan perawatan dua sistem sekaligus agar kendaraan tetap optimal.

img_title Snapdragon 7s Gen 4 vs Dimensity 8350: Benchmark, Spesifikasi, dan Perbandingan Lengkap

Untuk urusan jarak tempuh, PHEV memiliki keunggulan tersendiri. Ketika baterai habis, kendaraan tetap bisa berjalan menggunakan mesin bensin tanpa perlu mencari charging station. Hal ini berbeda dengan mobil listrik yang sepenuhnya bergantung pada daya baterai.

Meski demikian, perkembangan teknologi baterai membuat mobil listrik modern kini mampu menempuh jarak hingga 300 sampai 700 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Angka tersebut sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan harian maupun perjalanan antarkota tertentu.

img_title Insta360 Luna Ultra vs DJI Osmo Pocket 4: Perbandingan Kamera Saku Terbaik 2026

Infrastruktur Charging di Indonesia Masih Berkembang

Salah satu faktor penting dalam memilih mobil listrik adalah ketersediaan infrastruktur charging. Saat ini, SPKLU mulai berkembang di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Beberapa pusat perbelanjaan hingga rest area jalan tol juga mulai menyediakan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

img_title 3 Teknologi Baterai Canggih yang Membuat Kendaraan Listrik Makin Diminati

Namun, jumlah charging station masih belum sebanyak SPBU konvensional, terutama di wilayah luar kota dan daerah terpencil. Karena itulah, sebagian masyarakat masih menganggap mobil PHEV lebih aman dan praktis untuk penggunaan jangka panjang.

Meski begitu, pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui pembangunan SPKLU dan berbagai insentif pembelian mobil listrik. Dalam beberapa tahun ke depan, infrastruktur tersebut diperkirakan akan semakin luas dan mempermudah penggunaan EV di Indonesia.

Mana yang Lebih Cocok?

Pilihan antara mobil listrik dan PHEV sebenarnya kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna. Jika aktivitas harian lebih banyak dilakukan di dalam kota dan memiliki akses charging di rumah, mobil listrik bisa menjadi pilihan ideal karena biaya operasionalnya lebih murah dan ramah lingkungan.

Sebaliknya, bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh atau masih ragu dengan ketersediaan charging station, mobil PHEV dapat menjadi solusi yang lebih fleksibel. Kendaraan ini juga cocok untuk pengguna yang ingin beralih secara bertahap dari mobil bensin ke teknologi elektrifikasi.

Pada akhirnya, baik mobil listrik maupun PHEV sama-sama menawarkan efisiensi dan teknologi modern yang lebih maju dibanding kendaraan konvensional. Tinggal menyesuaikan kebutuhan, gaya berkendara, dan kesiapan infrastruktur di sekitar pengguna.