T1 Phone: Apakah Layak Dibeli atau Hanya Hype Politik?

T1 Phone: Apakah Layak Dibeli atau Hanya Hype Politik?
Sumber :
  • CNET

Gadget – Sudah dengar soal T1 Phone? Ya, ponsel mewah terbaru dari Trump Mobile ini baru saja dirilis dan langsung jadi sorotan dunia teknologi! Desainnya yang megah dan klaim "Made in USA" tentu bikin penasaran. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu kamu tahu sebelum memutuskan membelinya.

Serangan Balas Dendam AS di Suriah: 70 Target ISIS Dihajar dalam Satu Hari!

Desain Kemewahan Berkelas

T1 Phone hadir dalam balutan desain super mewah yang tidak biasa. Versi gold edition-nya dilapisi emas nyata, lengkap dengan logo 'T1' serta bendera AS yang mencerminkan semangat patriotik. Ponsel ini seperti membawa visi 'Make America Great Again' ke industri gadget.

Nvidia Boleh Jual Chip AI Kuat ke China: Tapi AS Potong 25% dari Setiap Penjualan!

Spesifikasi Kompetitif di Kelas Menengah

Nah, bicara soal performa, berikut adalah beberapa spesifikasi utama:

Hubungan AS-Venezuela Memanas, Trump Ambil Langkah Ekstrem
  • Layar AMOLED 6,78 inci: Refresh rate 120Hz untuk pengalaman visual yang halus.
  • RAM 12GB & Penyimpanan 256GB: Cukup untuk menjalankan banyak aplikasi dan menyimpan file besar.
  • Kamera 50MP: Cocok untuk pecinta fotografi smartphone.
  • Baterai 5.000mAh: Bertahan seharian dengan pengisian cepat 20W.

Pada dasarnya, ini adalah ponsel kelas menengah yang cukup kuat untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi tunggu dulu, ada sedikit masalah. Beberapa kesalahan teknis pada situs resmi membuat publik ragu akan seriusnya proyek ini.

Poin Plus untuk Fitur Privasi

Selain itu, T1 Phone menawarkan fitur unik lainnya, yaitu enkripsi data dan aplikasi pelacakan kesehatan tanpa kontak melalui Doctegrity. Kalau kamu peduli tentang privasi, ini mungkin cocok untukmu. Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini bisa digunakan di ponsel lain juga!

Benarkah 'Made in USA'?

Apa yang paling banyak dipertanyakan? Yup, klaim bahwa T1 Phone dibuat sepenuhnya di Amerika Serikat. Para ahli teknologi meragukan kemampuan manufaktur ponsel semacam ini di negara tersebut, mengingat harganya yang bersaing. Jangan-jangan, komponen utamanya masih diimpor dari China atau Taiwan?

Dalam sebuah wawancara, Eric Trump sendiri mengakui bahwa produksi lokal hanya akan dimulai nanti, setelah infrastruktur mendukung. Hal ini pastinya membuat orang skeptis tentang validitas slogan mereka.

Kontroversi Politik vs Bisnis

Bicara Trump, tentu nggak lepas dari isu etika. Penggunaan nama Donald Trump sebagai branding bisa dibilang langkah cerdas secara pemasaran, tapi ada potensi konflik kepentingan. Industri telekomunikasi sangat terkait erat dengan regulasi pemerintah, dan hubungan ini bisa dianggap ambigu.

Halaman Selanjutnya
img_title