Langkah Mengejutkan Samsung: Alih-alih Pakai Sendiri, Galaxy S Bisa Pakai Layar BOE!

Langkah Mengejutkan Samsung: Alih-alih Pakai Sendiri, Galaxy S Bisa Pakai Layar BOE!
Sumber :
  • Gizmochina

Samsung bukan perusahaan yang gegabah. Setiap keputusan strategisnya apalagi yang melibatkan komponen inti seperti layar dihitung matang. Laporan menunjukkan bahwa divisi mobile Samsung sedang menghadapi tekanan biaya yang signifikan, terutama akibat:

Harga Tembus Rp100 Juta, Ini Alasan Lenovo Legion 9i Jadi Laptop Gaming Paling Premium di Indonesia
  • Kenaikan harga chipset flagship (misalnya Snapdragon 8 Gen 4 atau Exynos 2500)
  • Lonjakan biaya sensor kamera canggih (terutama untuk sistem quad-camera di S25/S26 Ultra)
  • Kenaikan harga memori RAM dan penyimpanan UFS 4.0

Jika semua kenaikan biaya ini ditransfer langsung ke harga jual, Galaxy S26 Ultra bisa tembus $1.600 atau lebih jauh di atas kisaran harga saat ini (~$1.300). Untuk menjaga daya saing melawan iPhone dan Huawei, Samsung perlu mengompres biaya di sisi lain, dan layar OLED adalah salah satu komponen termahal setelah chipset dan kamera.

iPad mini 8 Siap Naik Kelas, Chip A20 Pro dan Layar OLED Jadi Senjata Baru

Dengan menggunakan BOE, Samsung bisa:

  • Mendapatkan harga lebih kompetitif dibanding membeli dari Samsung Display (yang tetap harus menghitung margin internal)
  • Mengurangi ketergantungan pada satu pemasok strategi yang sudah diterapkan Apple dan Xiaomi
  • Mendorong inovasi melalui persaingan internal
Galaxy S26 Pakai Exynos 2600 dengan Modem Eksternal, Boros Baterai?

Ini bukan soal kualitas turun tapi soal efisiensi rantai pasok di tengah ekonomi global yang tidak pasti.

Ironi di Balik Kolaborasi: BOE Baru Saja Kalah di Pengadilan Melawan Samsung Display

Salah satu aspek paling menarik dari rumor ini adalah ironi hukum dan kompetisi yang mengiringinya.

Baru beberapa bulan lalu, Samsung Display memenangkan gugatan paten terhadap BOE terkait teknologi OLED. Akibatnya, BOE sempat dilarang mengirim panel OLED ke Amerika Serikat, yang secara langsung mengganggu pasokan Apple. Kasus ini menyoroti betapa ketatnya persaingan teknologi antara dua raksasa layar tersebut.

Namun, kini hubungan tampaknya mulai mencair. Pertemuan tingkat CEO ini menandakan bahwa kedua pihak atau setidaknya induk perusahaan Samsung Electronics melihat peluang kolaborasi yang lebih besar daripada konflik.

Ini juga mencerminkan realitas bisnis modern: perusahaan bisa bersaing di satu lini, tapi berkolaborasi di lini lain. Contoh klasik: Apple membeli chip dari Qualcomm meski sedang berperang hukum dengannya.

Apa Artinya bagi Pengguna Galaxy S?

Bagi konsumen, kabar ini bisa menimbulkan dua reaksi:

Halaman Selanjutnya
img_title