Samsung Uji Baterai Silicon-Carbon 20.000 mAh, Benarkah?

Samsung Uji Baterai Silicon-Carbon 20.000 mAh, Benarkah?
Sumber :
  • wccftech

Gadget – Dunia teknologi sekali lagi dikejutkan oleh rumor terbaru seputar inovasi baterai. Samsung SDI, divisi pengembangan baterai dari raksasa teknologi Korea Selatan, dikabarkan sedang menguji prototipe baterai silicon-carbon berkapasitas 20.000 mAh dengan desain dual-cell. Informasi ini pertama kali beredar melalui platform X (sebelumnya Twitter) dari akun @phonefuturist, yang dikenal kerap membocorkan perkembangan teknologi perangkat mobile sebelum peluncuran resmi.

Mobil Listrik GAC 2027 Bisa Jalan 1.000 Km Tanpa Ngecas, Ini Teknologinya!

Jika benar, langkah ini bisa menjadi tonggak besar dalam evolusi baterai smartphone, menjawab keluhan pengguna selama bertahun-tahun: daya tahan baterai yang singkat. Namun, di balik angka spektakuler tersebut, terdapat tantangan teknis serius yang belum terpecahkan termasuk laporan pembengkakan hingga 80% pada salah satu sel baterai.

Artikel ini mengupas tuntas rincian teknis baterai ini, potensi penerapannya di smartphone Samsung, perbandingan dengan teknologi kompetitor, serta mengapa baterai silicon-carbon bisa jadi kunci masa depan mobilitas digital.

Ini Bukan Impian: Galaxy Z TriFold dengan Triple Fold & Kamera 200 MP Hadir!

Spesifikasi Bocoran: Desain Dual-Cell dengan Total 20.000 mAh

Menurut bocoran yang beredar, baterai eksperimental Samsung SDI ini menggunakan arsitektur dual-cell, terdiri dari dua unit terpisah yang bekerja secara paralel:

Bukan Rp45 Juta Lagi! Galaxy Z TriFold Dibanderol Rp40 Juta, Ini Spesifikasinya

Sel utama:

  • Kapasitas: 12.000 mAh
  • Ketebalan: 6,3 mm

Sel sekunder:

  • Kapasitas: 8.000 mAh
  • Ketebalan: 4,0 mm

Gabungan keduanya menghasilkan total kapasitas 20.000 mAh dua kali lipat dari kapasitas baterai smartphone flagship saat ini yang rata-rata hanya 5.000–6.000 mAh, dan bahkan melebihi power bank portabel kebanyakan.

Desain dual-cell bukan hal baru Samsung sendiri telah menggunakannya di seri Galaxy S dan Note untuk mendukung pengisian cepat. Namun, menerapkannya pada kapasitas sebesar ini merupakan lompatan berisiko tinggi.

Silicon-Carbon: Teknologi yang Bisa Ubah Aturan Main

Baterai ini tidak menggunakan anoda grafit konvensional seperti baterai lithium-ion standar. Sebaliknya, ia memanfaatkan komposit silicon-carbon sebagai material anoda.

Mengapa Silicon-Carbon?

  • Kapasitas ion lithium 10× lebih tinggi dibanding grafit
  • Memungkinkan peningkatan kapasitas tanpa penambahan volume besar
  • Desain komposit dirancang untuk mengurangi retak akibat ekspansi silikon selama pengisian

Silikon memang dikenal memiliki potensi energi sangat tinggi, tetapi juga mudah mengembang hingga 300% saat menyerap ion lithium yang menyebabkan kerusakan struktural dan degradasi cepat. Solusi komposit silicon-carbon hadir untuk menyeimbangkan kapasitas tinggi dengan stabilitas mekanis.

Halaman Selanjutnya
img_title