Samsung Uji Baterai Silicon-Carbon 20.000 mAh, Benarkah?
- wccftech
Gadget – Dunia teknologi sekali lagi dikejutkan oleh rumor terbaru seputar inovasi baterai. Samsung SDI, divisi pengembangan baterai dari raksasa teknologi Korea Selatan, dikabarkan sedang menguji prototipe baterai silicon-carbon berkapasitas 20.000 mAh dengan desain dual-cell. Informasi ini pertama kali beredar melalui platform X (sebelumnya Twitter) dari akun @phonefuturist, yang dikenal kerap membocorkan perkembangan teknologi perangkat mobile sebelum peluncuran resmi.
Jika benar, langkah ini bisa menjadi tonggak besar dalam evolusi baterai smartphone, menjawab keluhan pengguna selama bertahun-tahun: daya tahan baterai yang singkat. Namun, di balik angka spektakuler tersebut, terdapat tantangan teknis serius yang belum terpecahkan termasuk laporan pembengkakan hingga 80% pada salah satu sel baterai.
Artikel ini mengupas tuntas rincian teknis baterai ini, potensi penerapannya di smartphone Samsung, perbandingan dengan teknologi kompetitor, serta mengapa baterai silicon-carbon bisa jadi kunci masa depan mobilitas digital.
Spesifikasi Bocoran: Desain Dual-Cell dengan Total 20.000 mAh
Menurut bocoran yang beredar, baterai eksperimental Samsung SDI ini menggunakan arsitektur dual-cell, terdiri dari dua unit terpisah yang bekerja secara paralel:
Sel utama:
- Kapasitas: 12.000 mAh
- Ketebalan: 6,3 mm
Sel sekunder:
- Kapasitas: 8.000 mAh
- Ketebalan: 4,0 mm
Gabungan keduanya menghasilkan total kapasitas 20.000 mAh dua kali lipat dari kapasitas baterai smartphone flagship saat ini yang rata-rata hanya 5.000–6.000 mAh, dan bahkan melebihi power bank portabel kebanyakan.
Desain dual-cell bukan hal baru Samsung sendiri telah menggunakannya di seri Galaxy S dan Note untuk mendukung pengisian cepat. Namun, menerapkannya pada kapasitas sebesar ini merupakan lompatan berisiko tinggi.
Silicon-Carbon: Teknologi yang Bisa Ubah Aturan Main
Baterai ini tidak menggunakan anoda grafit konvensional seperti baterai lithium-ion standar. Sebaliknya, ia memanfaatkan komposit silicon-carbon sebagai material anoda.
Mengapa Silicon-Carbon?
- Kapasitas ion lithium 10× lebih tinggi dibanding grafit
- Memungkinkan peningkatan kapasitas tanpa penambahan volume besar
- Desain komposit dirancang untuk mengurangi retak akibat ekspansi silikon selama pengisian
Silikon memang dikenal memiliki potensi energi sangat tinggi, tetapi juga mudah mengembang hingga 300% saat menyerap ion lithium yang menyebabkan kerusakan struktural dan degradasi cepat. Solusi komposit silicon-carbon hadir untuk menyeimbangkan kapasitas tinggi dengan stabilitas mekanis.