Data Penerbangan Kini Lebih Aman! NASA Uji Teknologi Blockchain di Drone
- NASA/Brandon Torres Navarette
Gadget – Di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur udara, NASA mengambil langkah revolusioner dengan mengembangkan dan menguji sistem keamanan berbasis blockchain untuk melindungi data penerbangan. Teknologi ini tidak hanya inovatif tapi juga berpotensi menjadi fondasi baru bagi keselamatan operasional di langit masa depan, termasuk penerbangan komersial, Urban Air Mobility (UAM), hingga misi di ketinggian ekstrem.
Dalam pengujian terbarunya, NASA menggunakan drone Alta-X dilengkapi komputer onboard, radio, GPS, dan baterai untuk mensimulasikan kondisi penerbangan nyata, lengkap dengan stasiun darat terpisah. Hasilnya menunjukkan bahwa arsitektur blockchain mampu memberikan lapisan keamanan yang lebih tangguh dibanding sistem proteksi konvensional.
Artikel ini mengupas tuntas cara kerja sistem blockchain NASA, manfaatnya bagi keselamatan penerbangan, tantangan implementasi, serta potensi penerapannya di masa depan.
Mengapa Data Penerbangan Perlu Dilindungi?
Data penerbangan bukan sekadar angka atau koordinat. Ia mencakup informasi kritis seperti:
- Rencana penerbangan (flight plans)
- Identitas pesawat (aircraft registration)
- Data telemetri real-time (kecepatan, ketinggian, posisi)
Jika data ini diretas, dimanipulasi, atau diintersepsi, konsekuensinya bisa mengancam keselamatan ribuan penumpang, mengganggu sistem ATC (Air Traffic Control), atau bahkan digunakan dalam serangan siber terarah terhadap infrastruktur nasional.
Saat ini, sistem keamanan penerbangan sudah cukup canggih. Namun, sifat terpusatnya membuatnya rentan terhadap titik kegagalan tunggal (single point of failure). Di sinilah blockchain hadir sebagai solusi alternatif.
Bagaimana Blockchain Melindungi Data Penerbangan?
Blockchain adalah database terdistribusi dan terdesentralisasi yang merekam setiap transaksi atau pembaruan data secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah (immutable).
Dalam konteks penerbangan, sistem blockchain NASA bekerja dengan prinsip berikut:
- Tidak ada entitas tunggal yang mengontrol data – semua node tepercaya memiliki salinan yang sama.
- Setiap perubahan diverifikasi oleh konsensus – sehingga manipulasi data hampir mustahil.
- Akses dibatasi hanya untuk pengguna terotorisasi – menjaga privasi sekaligus integritas.
- Riwayat lengkap tersedia untuk audit – memudahkan pelacakan jika terjadi insiden.
Dengan begitu, bahkan jika satu sistem diretas, data tetap utuh di node lain, dan upaya perubahan ilegal akan langsung terdeteksi.