Komdigi Lampaui Target: Realisasi PNBP Rp29,3 T di 2025
- Istimewa
- Realisasi PNBP 2025 Komdigi menembus angka Rp29,30 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp25,25 triliun.
- Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menyumbang kontribusi terbesar dengan Realisasi PNBP mencapai Rp22,89 triliun.
- Realisasi anggaran secara keseluruhan mencapai 94,9%, bahkan setelah memperhitungkan dana pembangunan Pusat Data Nasional (PDN).
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatatkan capaian kinerja finansial yang impresif sepanjang Tahun Anggaran 2025. Komdigi berhasil merealisasikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp29,30 triliun. Angka Realisasi PNBP Komdigi ini secara signifikan melampaui target awal yang dipatok sebesar Rp25,25 triliun.
Meutya Hafid, selaku Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), menyampaikan data ini dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada Senin (26/1/2026). Oleh karena itu, capaian ini menunjukkan peningkatan 116,04% dari target yang telah ditetapkan. Meutya menjelaskan bahwa lonjakan ini berasal dari beberapa direktorat utama di lingkungan Komdigi.
Mengurai Realisasi PNBP Komdigi: Ditjen Infrastruktur Jadi Motor Utama
Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital terbukti menjadi mesin utama penggerak pendapatan negara bagi Komdigi. Direktorat ini mencatat Realisasi PNBP sebesar Rp22,89 triliun. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan, yakni Rp20,31 triliun, atau setara 112,69%.
Sementara itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkomdigi (BPSDM) menunjukkan persentase realisasi tertinggi. BPSDM berhasil merealisasikan PNBP sebesar Rp4,86 triliun, jauh di atas target Rp3,65 triliun, menghasilkan kenaikan 133,19%.
Kontribusi Direktorat Lainnya terhadap PNBP
Tidak hanya Ditjen Infrastruktur Digital, unit kerja lain juga memberikan kontribusi signifikan. Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital, misalnya, membukukan Realisasi PNBP sebesar Rp1,50 triliun. Capaian ini melampaui target Rp1,24 triliun (120,30%).
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media merealisasikan PNBP Rp23,78 miliar. Angka ini juga melebihi target mereka. Meskipun demikian, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital menjadi satu-satunya unit yang belum mencapai target, mencatat realisasi Rp13,11 miliar dari target Rp13,65 miliar (96,02%).
Unit pendukung lain juga mencatatkan angka pemasukan. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membukukan Rp870,38 juta. Selanjutnya, Sekretariat Jenderal (Setjen) mencatat Rp890,76 juta, dan Inspektorat Jenderal (Itjen) sebesar Rp32,26 juta.
Capaian Anggaran dan Dampak Perubahan Nomenklatur
Menkomdigi juga merinci pelaksanaan anggaran Komdigi hingga 31 Desember 2025. Total pagu anggaran eksisting kementerian tercatat sebesar Rp12,67 triliun. Setelah dikurangi pagu blokir sebesar Rp1,5 triliun, pagu yang tersedia mencapai Rp11,4 triliun.
Realisasi anggaran secara keseluruhan mencapai Rp10,58 triliun. Angka ini setara dengan 94,9% dari pagu yang tersedia setelah blokir. Komdigi telah menghitung pembayaran termin terakhir pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) dalam realisasi ini. Pembayaran PDN ini masih menunggu proses penerbitan surat perintah dari Kementerian Keuangan untuk pinjaman atau hibah luar negeri senilai EUR16,3 juta (sekitar Rp315 miliar).
Perubahan nomenklatur dari Kominfo menjadi Komdigi juga sedikit memengaruhi penyerapan anggaran tahun 2025. Perubahan ini baru efektif dilaksanakan pada awal Agustus 2025.
Komitmen Tata Kelola Anggaran Komdigi Tahun Berikutnya
Komdigi menegaskan bahwa mereka menerapkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas tinggi dalam pelaksanaan kegiatan di periode anggaran tersebut. Meskipun menghadapi tantangan, kementerian tetap berhasil mencapai efisiensi yang tinggi.
Komdigi berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan tata kelola di tahun 2026. Prioritas utama mereka adalah mengukur capaian kinerja anggaran yang betul-betul memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Menkomdigi menekankan bahwa realisasi anggaran harus selalu sejalan dengan manfaat publik yang optimal.