TV 8K Ternyata Tak Sehebat yang Dibayangkan? Ini Fakta Mengejutkannya!
- TCL
2. Mata Manusia Tak Bisa Bedakan Perbedaan 4K vs 8K di Jarak Normal
Menurut prinsip resolusi sudut pandang (angular resolution), manusia dengan penglihatan normal tidak dapat membedakan detail antara 4K dan 8K jika menonton dari jarak lebih dari 1,5–2 meter jarak umum di ruang keluarga.
Artinya, kecuali Anda memiliki ruang bioskop pribadi dengan layar raksasa (75 inci ke atas) dan duduk sangat dekat, manfaat visual 8K hanya teoritis, bukan praktis.
3. Regulasi Energi Uni Eropa “Mencekik” TV 8K
Uni Eropa menerapkan batas ketat konsumsi daya untuk perangkat elektronik. TV 8K, yang membutuhkan panel lebih rapat, prosesor gambar lebih kuat, dan backlight lebih intens, secara inheren lebih boros listrik.
Akibatnya, banyak produsen kesulitan memenuhi standar efisiensi energi, sehingga memilih fokus pada TV 4K dengan fitur HDR, refresh rate tinggi, dan AI upscaling yang jauh lebih relevan bagi konsumen.
Siapa Masih Bertahan? Hanya Samsung dan Itu Pun dengan Ragu
Saat ini, Samsung adalah satu-satunya merek besar yang masih menjual TV 8K secara global, terutama di lini QLED-nya. Namun, bahkan Samsung pun tidak lagi gencar mempromosikannya seperti dulu.
Sementara itu:
- LG: fokus total pada OLED 4K dan teknologi AI upscaling
- Sony: menghentikan produksi model 8K setelah seri Z9J (2021)
- TCL, Hisense, Philips: tidak pernah benar-benar masuk pasar 8K secara serius
Fakta ini menunjukkan bahwa industri telah mencapai konsensus diam-diam: 8K bukan prioritas 4K yang cerdas jauh lebih bernilai.
Apa yang Harus Anda Lakukan? Fokus pada Kualitas, Bukan Angka Resolusi
Alih-alih tergiur label “8K”, konsumen cerdas kini lebih memperhatikan:
- Kualitas panel (OLED, QD-OLED, Mini-LED)
- Dukungan HDR10+, Dolby Vision
- Refresh rate 120Hz+ untuk gaming
- AI upscaling yang canggih
- Efisiensi energi dan harga terjangkau
TV 4K modern seperti LG C4, Sony A95L, atau Samsung S90D sudah mampu menghadirkan pengalaman menonton yang luar biasa, bahkan untuk konten 1080p sekalipun, berkat algoritma AI yang terus berkembang.
Kesimpulan: 8K Bukan Masa Depan Belum Saat Ini