Internet Cepat dan Murah? XLSMART Ungkap 3 Tantangan Utama

Internet Cepat dan Murah? XLSMART Ungkap 3 Tantangan Utama
Sumber :
  • Istimewa

ATSI Desak Evaluasi Regulasi Telekomunikasi, Soroti Beban BHP
  • XLSMART mendukung penuh arahan Komdigi untuk menyediakan layanan internet yang lebih cepat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
  • Tiga tantangan utama menghambat realisasi kecepatan optimal, meliputi keterbatasan spektrum frekuensi dan infrastruktur backhaul.
  • Perusahaan mendesak adanya sinergi kebijakan dari pemerintah, termasuk insentif pembangunan dan peninjauan ulang biaya regulasi (regulatory charges).

Komdigi Percepat Internet: Lelang Spektrum Frekuensi 700 MHz Digelar 2026

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk merespons cepat arahan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) perihal kewajiban menghadirkan layanan internet yang makin cepat dan terjangkau. Meskipun secara prinsip XLSMART mendukung penuh tujuan tersebut, perusahaan juga mengungkap sejumlah tantangan fundamental yang menghambat realisasi peningkatan kualitas. Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Reza Mirza, menyebutkan hambatan ini bersifat teknis dan ekonomis. Ia memastikan layanan internet cepat dan terjangkau memerlukan kolaborasi intensif semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, agar tujuan transformasi digital tercapai.

Tiga Kendala Utama Mendorong Internet Cepat XLSMART

Meutya Hafid: Transformasi Digital ASEAN Harus Utamakan Akses Merata

Reza Mirza menjelaskan bahwa ada tiga pilar masalah utama yang harus dipecahkan oleh operator seluler di Indonesia. Kendala ini secara langsung memengaruhi kemampuan perusahaan memberikan kecepatan internet yang optimal dan harga yang kompetitif.

Kendala pertama adalah keterbatasan infrastruktur. Perusahaan menghadapi tantangan terkait ketersediaan fiber dan backhaul yang memadai. Kondisi ini kritis mengingat kebutuhan transfer data terus melonjak.

Selanjutnya, XLSMART menyoroti keterbatasan spektrum frekuensi. Spektrum menjadi kunci utama untuk peningkatan kapasitas jaringan. Tanpa penambahan alokasi spektrum, percepatan kecepatan sulit dilakukan secara masif.

Tantangan ketiga berhubungan dengan skala permintaan dan keekonomian jaringan. Reza Mirza menjelaskan bahwa membangun jaringan di wilayah dengan trafik yang belum tinggi seringkali tidak ekonomis. Faktor ini menyebabkan pemerataan kecepatan layanan menjadi isu yang kompleks. Hal ini membutuhkan kebijakan yang lebih suportif.

Sinergi Kebijakan Penting untuk Solusi

XLSMART menegaskan bahwa mewujudkan layanan internet cepat dan terjangkau membutuhkan sinergi kebijakan yang kuat. Kolaborasi pemerintah dan operator harus menciptakan iklim persaingan yang sehat dalam lanskap digital.

Perusahaan mengharapkan dukungan pemerintah dalam bentuk insentif pembangunan infrastruktur. Selain itu, peninjauan kembali biaya regulasi (regulatory charges) dan kemudahan perizinan juga harus diberikan. Reza Mirza memastikan XLSMART siap berkolaborasi untuk memperluas jaringan dan mendukung transformasi digital masyarakat.

Arahan Mendesak Komdigi Setelah Tata Kelola SIM Diperkuat

Arahan untuk percepatan layanan internet ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Meutya meminta operator seluler meningkatkan kualitas layanan dari sisi kecepatan sekaligus keterjangkauan harga.

Permintaan ini dilontarkan Komdigi setelah pemerintah meresmikan serangkaian kebijakan ketat terkait tata kelola kartu SIM. Sebelumnya, Komdigi mewajibkan registrasi kartu SIM menggunakan biometrik wajah (face recognition). Kebijakan ini dikenal sebagai SEMANTIK (SEnyum, aMAN dengan BimoeTrik).

Keamanan Digital Menjadi Prioritas Sebelum Kecepatan

Selain registrasi biometrik, pemerintah juga membatasi penggunaan satu NIK maksimal hanya untuk tiga nomor per operator. Mereka juga mewajibkan kartu perdana diedarkan dalam kondisi tidak aktif. Operator kini harus menyediakan fasilitas pengecekan dan pemblokiran apabila NIK seseorang disalahgunakan pihak lain.

Meutya Hafid menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkuat tata kelola kartu SIM dan menekan potensi kejahatan digital. Setelah perbaikan tata kelola selesai, operator harus beralih fokus pada peningkatan kualitas.

"Kami minta kepada operator seluler terus melakukan lebih banyak lagi, termasuk kecepatan internet. Setelah lebih aman, internetnya tolong lebih dipercepat," tegas Meutya saat peluncuran kebijakan tersebut pada Selasa (27/1/2026). Menteri juga menambahkan bahwa harga layanan harus dijaga agar tetap terjangkau.

Proyeksi Regulasi dan Dampak Keekonomian Jaringan

Melihat tantangan yang diungkapkan XLSMART, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan makro yang mendukung investasi infrastruktur berat. Keterbatasan spektrum, khususnya, menuntut intervensi regulator untuk realokasi atau penambahan pita frekuensi baru.

Isu keekonomian jaringan di area minim trafik menunjukkan perlunya insentif berbasis subsidi silang atau kemitraan publik-swasta. Upaya XLSMART dalam menyediakan layanan internet cepat dan terjangkau akan sangat bergantung pada seberapa responsif Komdigi dalam mengatasi hambatan infrastruktur dan regulasi yang ada.