Komdigi Selidiki Dugaan Kebocoran Data Rekrutmen via Google Drive
- Istimewa
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, memerintahkan audit internal terkait proses rekrutmen.
- Dugaan kelalaian sistem muncul setelah berkas pelamar diunggah melalui Google Drive yang aksesnya terbuka.
- Pihak Komdigi telah menutup akses bermasalah dan mengalihkan proses ke kanal yang lebih aman.
- Data pribadi pelamar, termasuk KTP dan Ijazah, berpotensi diakses pelamar lain.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, mengonfirmasi bahwa kementerian sedang melakukan penelusuran mendalam. Penelusuran ini menindaklanjuti dugaan kebocoran data rekrutmen yang menggunakan Google Drive. Pihak kementerian memeriksa secara serius potensi kelalaian sistem yang memungkinkan berkas pelamar diakses publik. Insiden ini terjadi saat Ditjen Infrastruktur Digital membuka lowongan Pekerja Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Nezar Patria memastikan audit internal sedang berjalan. Pemerintah berfokus mencari tahu letak kesalahan yang menyebabkan sistem unggah berkas sensitif menjadi rentan. Kejadian ini memunculkan pertanyaan kritis tentang standar keamanan digital dalam proses rekrutmen institusi negara.
Audit Internal dan Fokus pada Kelalaian Sistem Komdigi
Saat ini, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menjadi pihak yang bertanggung jawab menangani proses pemeriksaan ini. Wamen Nezar Patria menjelaskan, Dirjen kini tengah menelusuri akar masalah kebocoran data tersebut.
“Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh dirjen,” tegas Nezar Patria usai menghadiri Media Update di Kantor Indosat Jakarta pada Jumat (6/2/2026). Ia menekankan perlunya melihat mengapa kesalahan ini bisa terjadi. Oleh karena itu, kementerian sudah berkomunikasi intensif dengan Dirjen Infrastruktur Digital.
Lebih lanjut, Nezar menambahkan bahwa kementerian segera mengambil tindakan cepat saat insiden terjadi. Akses bermasalah pada folder unggahan langsung ditutup. Mereka juga mengalihkan proses pengiriman berkas ke kanal lain yang dinilai memiliki lapisan keamanan lebih baik.
Penggunaan Google Drive Dinilai Tidak Tepat
Wamen Nezar secara tersirat mengkritik penggunaan platform publik seperti Google Drive untuk mengelola data sensitif. Proses tersebut, menurutnya, seharusnya tidak dilakukan dalam sistem rekrutmen resmi pemerintah.
"Mestinya ya [enggak pakai Google Drive]. Jadi makanya yang sedang ditelisik kenapa itu terjadi,” ujarnya. Kritikan ini menyoroti minimnya protokol keamanan saat memilih platform untuk pengumpulan dokumen.