Baterai Kertas Ramah Lingkungan Siap Gantikan AA/AAA pada 2026!
- techspot
Inti revolusi Flint terletak pada komposisi materialnya:
- Anoda & Katoda: Dibuat dari selulosa berbasis tanaman, bukan logam berat
- Elektrolit: Menggunakan larutan berbasis air, bukan pelarut organik beracun
- Bahan aktif: Memanfaatkan seng dan mangan mineral yang relatif aman dan mudah ditemukan
- Kemasan luar: Juga terbuat dari bahan nabati yang dapat terurai
Hasilnya? Baterai yang tidak beracun, tidak mudah meledak, dan dapat terurai secara alami dalam waktu relatif singkat berbeda dengan baterai alkaline konvensional yang butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai di TPA.
Produksi Berkelanjutan: Mengubah Gulma Jadi Energi
Flint tidak hanya peduli pada akhir masa pakai baterai tapi juga pada asal-usul bahan bakunya. Perusahaan ini berencana menggunakan tanaman invasif lokal di Asia Tenggara sebagai sumber selulosa.
Tanaman invasif seperti water hyacinth (eceng gondok) sering dianggap sebagai masalah lingkungan karena menutupi permukaan sungai dan mengganggu ekosistem. Dengan mengubahnya menjadi bahan baku baterai, Flint justru mengubah ancaman ekologis menjadi sumber daya energi terbarukan.
Produksi dilakukan di fasilitas mereka di Singapura, dengan prinsip zero-waste dan jejak karbon rendah.
Performa Setara Alkaline, Tapi Lebih Aman
Banyak yang khawatir bahwa baterai ramah lingkungan pasti lemah. Namun, Flint membantah asumsi itu.
Menurut data internal perusahaan:
- Tegangan output: ~1.5V (setara baterai alkaline)
- Kapasitas: Dirancang untuk penggunaan harian remote, sensor IoT, mainan, dll.
- Stabilitas: Performa konsisten sepanjang masa pakai
- Keamanan: Tidak panas berlebihan, tidak bocor, aman bagi anak-anak
Meski tidak ditujukan untuk perangkat berdaya tinggi seperti kamera DSLR atau drone, baterai ini cukup untuk 80% penggunaan rumah tangga sehari-hari.
Dampak Global: Mengurangi 80.000 Ton Limbah Baterai per Tahun
Saat ini, lebih dari 15 miliar baterai sekali pakai dibuang setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir, mencemari tanah dan air dengan logam berat.
Jika baterai Flint menggantikan hanya 5% dari pasar global, itu berarti:
- 750 juta baterai yang tidak lagi mencemari lingkungan
- Pengurangan puluhan ribu ton limbah berbahaya
- Penurunan permintaan terhadap penambangan kobalt dan litium yang kerap dikaitkan dengan eksploitasi tenaga kerja dan kerusakan hutan