RI Blokir Sementara Grok AI: Respons Cepat Deepfake Pornografi

RI Blokir Sementara Grok AI: Respons Cepat Deepfake Pornografi
Sumber :
  • Istimewa
  • Indonesia secara historis menjadi negara pertama di dunia yang mengambil tindakan pemutusan akses Grok AI secara sementara.
  • Kebijakan ini muncul setelah pemerintah menemukan penyalahgunaan chatbot AI tersebut untuk memproduksi konten pornografi palsu berbasis deepfake.
  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) mengambil langkah ini sebagai upaya mendesak melindungi perempuan dan anak dari risiko eksploitasi digital.
  • Pemerintah juga menuntut pertanggungjawaban dan klarifikasi dari X selaku pengelola platform.
Meta Klaim Aman, Tapi 17 Juta Data Pengguna Instagram Bocor?

Gadget –  Pemerintah Indonesia secara resmi mengambil tindakan tegas terhadap salah satu produk kecerdasan artifisial global. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memberlakukan pemutusan akses Grok AI sementara. Langkah ini merupakan respons langsung menyusul temuan penyalahgunaan teknologi Grok untuk memproduksi dan menyebarkan konten pornografi palsu berbasis deepfake.

Bocor atau Tidak? Instagram Tanggapi Isu 17,5 Juta Data Pengguna Bocor

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari strategi perlindungan masyarakat. Fokus utama pemerintah adalah menjaga perempuan dan anak dari risiko eksploitasi seksual di ruang digital.

Alasan Mendesak Pemutusan Akses Grok AI oleh Pemerintah

RI Jadi Pelopor: Akses Grok AI Diblokir Karena Deepfake

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara tegas menyatakan keberatan pemerintah. Ia menekankan bahwa praktik deepfake seksual non-konsensual merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan martabat warga negara.

"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, pemerintah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," ujar Meutya dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Pemerintah tidak membiarkan ruang digital beroperasi tanpa pengawasan hukum yang ketat. Penyalahgunaan AI untuk menghasilkan konten seksual tanpa persetujuan merupakan ancaman nyata. Ini mengancam keamanan publik, privasi individu, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tuntutan Tanggung Jawab kepada Pengelola Platform

Selain memutuskan akses sementara, Kementerian Komunikasi dan Digital juga mengirimkan permintaan resmi. Kominfo meminta X, perusahaan yang mengelola platform Grok, untuk segera memberikan klarifikasi. X juga harus bertanggung jawab atas dampak serius yang ditimbulkan oleh penggunaan teknologi tersebut.

Evaluasi kebijakan akan bergantung pada komitmen perbaikan yang disampaikan oleh penyelenggara sistem elektronik terkait. Kebijakan pemutusan akses Grok AI ini mengacu pada kewenangan pemerintah. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020. Aturan tersebut mewajibkan setiap platform memastikan layanannya tidak memfasilitasi konten yang dilarang oleh hukum Indonesia.

Analisis Pakar Keamanan Siber: Langkah Awal Pengawasan Kecerdasan Artifisial

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mendukung langkah cepat pemerintah. Menurut Alfons, langkah Indonesia patut mendapat apresiasi. Indonesia kini menjadi pelopor dalam upaya memastikan keamanan platform digital global.

Alfons menilai, jika suatu platform terbukti menimbulkan ancaman serius terhadap perempuan dan anak melalui eksploitasi pornografi digital, pemutusan akses menjadi langkah yang wajar. Ia menegaskan penyedia platform digital tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Mereka harus memperhatikan nilai moral, etika, dan kepatuhan terhadap hukum lokal.

"Jika ancamannya sudah nyata, terutama bagi perempuan dan anak, tetapi tidak diambil tindakan, siapa yang akan bertanggung jawab atas dampak mental dan moral yang ditimbulkan?" ujar Alfons.

Perbandingan Standar Etika Global dan Lokal

Alfons mengingatkan bahwa setiap negara memiliki nilai dan standar yang berbeda. Standar yang berlaku di negara lain belum tentu sesuai dengan norma di Indonesia. Oleh karena itu, platform global tidak bisa menerapkan satu standar untuk semua negara.

Ia juga membandingkan Grok dengan platform kecerdasan artifisial lain. Platform pesaing dinilai telah menerapkan sistem pengamanan lebih ketat terhadap konten sensitif. Hal ini membuat mereka tidak mudah disalahgunakan hanya melalui perintah sederhana.

Implikasi Kebijakan dan Masa Depan Pengawasan AI

Pemutusan akses Grok AI menandai babak baru pengawasan ketat terhadap teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia. Kebijakan ini mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh pengembang AI dan penyelenggara sistem elektronik privat.

Indonesia menegaskan bahwa inovasi teknologi harus selalu berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Perlindungan hak-hak warga negara tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Langkah berani ini menunjukkan bahwa pemerintah serius menghadapi ancaman deepfake dan eksploitasi digital demi mewujudkan ruang siber yang aman.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget