Burnout karena Kerja? Begini Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat
- Mayapada Hospital
Gadget – Kelelahan fisik dan mental yang berkepanjangan akibat pekerjaan atau yang dikenal dengan istilah burnout, kini menjadi isu serius di dunia kerja. Fenomena ini bisa dialami siapa pun, terlepas dari profesi, jabatan, atau jenis industri.
Burnout tidak hanya membuat tubuh menjadi cepat lelah, tetapi juga menyerang kondisi psikis. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menurunkan performa kerja secara drastis, memicu kecemasan, bahkan menyebabkan gangguan kesehatan mental jika tidak segera ditangani.
Penyebab Burnout: Dari Beban Kerja hingga Konflik Relasi
Burnout kerap dipicu oleh akumulasi stres dalam pekerjaan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari beban kerja yang berlebihan, lingkungan kerja yang tidak kondusif, hingga relasi yang kurang sehat antar rekan kerja.
Saat stres tersebut tidak dikelola dengan baik, maka burnout tak terhindarkan. Karena itu, penting untuk segera mengenali sinyal tubuh dan pikiran sebelum kelelahan ini mengganggu produktivitas harian.
1. Kenali Akar Masalah Burnout
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengenali sumber utama stres. Apakah burnout disebabkan oleh pekerjaan yang terus bertambah, ketidakseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi, atau suasana kantor yang toksik?
Dengan mengetahui sumber masalah, kamu bisa mulai menyusun langkah konkret untuk menguranginya. Terkadang burnout datang bukan karena satu hal besar, tetapi karena penumpukan masalah kecil yang tidak disadari.
Contoh, terlalu sering lembur tanpa istirahat memadai atau terus menerima tanggung jawab yang bukan bagian dari job desk.
2. Lakukan Perubahan Kecil yang Bermakna
Setelah memahami penyebab burnout, lakukan perubahan kecil yang bisa memberikan efek besar terhadap keseharian. Misalnya, jika kamu merasa terbebani karena tanggung jawab yang tidak sesuai porsi, bicarakan dengan atasan mengenai distribusi tugas yang lebih adil.
Perubahan kecil seperti menyusun ulang jam kerja, menolak tugas tambahan di luar kapasitas, atau mengatur jadwal meeting yang lebih efisien bisa berdampak signifikan terhadap kesehatan mental.
3. Bangun Komunikasi dengan Orang Terpercaya
Sering kali, burnout terasa semakin berat karena kita menanggung semuanya sendirian. Padahal, berbicara dengan orang terdekat seperti teman, pasangan, atau keluarga bisa membantu meringankan beban pikiran.