Waspada! Ini Beberapa Tanda Fisik yang Bisa Jadi Pertanda Kemandulan pada Pria

Waspada! Ini Beberapa Tanda Fisik yang Bisa Jadi Pertanda Kemandulan pada Pria
Sumber :
  • Alodokter

Gadget – Kemandulan bukan hanya masalah yang dialami oleh wanita saja, tetapi juga bisa terjadi pada pria. Namun, sayangnya, gejala kemandulan pada pria sering kali sulit dideteksi sejak dini. Biasanya, kondisi ini baru terungkap ketika pasangan telah lama mencoba memiliki anak tanpa hasil positif.

Jangan Asal Taruh HP di Kantong! Risiko Kesehatan Ini Mengintai

Meskipun demikian, ada beberapa tanda fisik yang dapat dijadikan acuan untuk mendeteksi potensi kemandulan pada pria. Jika salah satu dari tanda-tanda ini muncul, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau ahli kesuburan. Berikut adalah tujuh ciri fisik yang bisa menunjukkan kemandulan pada pria.

1. Penurunan Fungsi Seksual

Kebiasaan Sehari-hari Ini Picu Kanker Prostat, Banyak Pria Tak Menyadarinya!

Penurunan fungsi seksual seperti kesulitan memperoleh dan mempertahankan ereksi dapat menjadi indikator awal adanya masalah kesuburan. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kadar testosteron yang rendah dalam tubuh.

Jika hormon testosteron turun, produksi sperma akan terganggu, sehingga menyebabkan penurunan kesuburan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan hormon agar fungsi seksual tetap optimal.

Apple Dominasi Pasar Smartphone 2025: Raih 20% Pangsa Global

2. Kelainan pada Testis

Testis adalah organ vital yang bertanggung jawab atas produksi hormon testosteron serta pembuatan dan penyimpanan sperma. Beberapa kelainan yang bisa terjadi pada testis, seperti kanker, varikokel (pelebaran pembuluh darah testis), atau hidrokel (penumpukan cairan di testis), dapat mengganggu kesuburan pria.

Gangguan ini tidak hanya memblokir saluran sperma tetapi juga bisa meningkatkan suhu testis, yang berpotensi membunuh sel sperma.

3. Sedikitnya Rambut Tubuh

Ketidakseimbangan hormon pada pria juga dapat tercermin dari sedikitnya rambut yang tumbuh di area tertentu, seperti wajah (kumis dan jenggot), tubuh (bulu dada dan kaki), atau bahkan area genital.

Namun, perlu dicatat bahwa sedikitnya pertumbuhan rambut juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik atau ras. Oleh karena itu, jika Anda merasa khawatir, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesuburan.

4. Testis Bengkak atau Sakit

Bengkak atau rasa sakit pada testis bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti E. coli, atau penyakit menular seksual seperti klamidia dan sifilis. Infeksi ini dapat menimbulkan peradangan dan nyeri di area testis, yang akhirnya memengaruhi kemampuan reproduksi pria.

Halaman Selanjutnya
img_title