Sejarah Tercipta: Negara-Negara Eropa Ramai-Ramai Dukung Palestina
- palestine
Gelombang dukungan terhadap Palestina semakin menguat di Eropa. Dalam satu tahun terakhir, sejumlah negara Eropa mengambil langkah berani dengan memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina sebagai sebuah negara berdaulat. Langkah ini tidak hanya menandai perubahan sikap politik di kawasan, tetapi juga memperlihatkan tekanan moral yang semakin besar terhadap Israel di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.
Keputusan pengakuan tersebut lahir dari dorongan kuat untuk memperjuangkan solusi dua negara, sebuah gagasan yang sejak lama dianggap sebagai jalan keluar paling realistis dari konflik Palestina-Israel. Menariknya, langkah ini tidak berdiri sendiri. Seiring dengan pengakuan itu, beberapa negara juga secara terang-terangan mengkritik tindakan Israel, khususnya terkait serangan brutal di Gaza dan ekspansi permukiman di Tepi Barat.
Spanyol, Irlandia, dan Norwegia: Tiga Negara Pembuka
Pada 28 Mei 2024, Spanyol, Irlandia, dan Norwegia secara serentak mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina. Keputusan ini disampaikan dengan tujuan memperkuat upaya diplomasi menuju perdamaian dan memastikan bahwa Palestina memiliki tempat yang sah di panggung internasional.
Namun, pengakuan ini tidak diterima dengan tangan terbuka oleh Israel. Sebagai bentuk penolakan, pemerintah Israel langsung menarik duta besarnya dari ketiga negara tersebut. Ketegangan diplomatik pun meningkat, menandakan bahwa isu Palestina masih menjadi sumber perpecahan besar dalam politik global.
Bagi ketiga negara tersebut, pengakuan ini bukanlah keputusan spontan. Spanyol, misalnya, sejak lama menunjukkan sikap kritis terhadap kebijakan Israel. Perdana Menteri Pedro Sánchez bahkan menuduh Eropa bersikap ganda dalam menyikapi krisis Gaza jika dibandingkan dengan dukungan penuh yang diberikan kepada Ukraina. Kritik tajam ini membuat Spanyol semakin menegaskan dirinya sebagai salah satu motor dukungan terhadap Palestina di Eropa.
Slovenia Menyusul dengan Dukungan Parlemen
Tidak lama berselang, Slovenia bergabung dalam deretan negara yang mengakui Palestina. Pada 4 Juni 2024, parlemen Slovenia secara resmi mengesahkan keputusan tersebut dengan 52 suara mendukung dari total 90 anggota. Langkah ini semakin memperkuat posisi Palestina di Eropa, sekaligus menambah tekanan terhadap Israel.
Pengakuan Slovenia juga menunjukkan bahwa dukungan terhadap Palestina bukan hanya datang dari negara-negara dengan sejarah panjang keterlibatan diplomasi Timur Tengah, tetapi juga dari negara Eropa yang relatif kecil namun ingin menunjukkan peran moralnya dalam isu global. Dengan keputusan itu, Slovenia mengirim pesan bahwa keadilan dan hak menentukan nasib sendiri tidak boleh diabaikan.