Shin Tae-yong Buka Suara! Tepis Isu Kembali Tangani Timnas Indonesia Gantikan Kluivert!

Shin Tae-yong
Sumber :
  • Ulsan HD

Isu kembalinya Shin Tae-yong ke kursi pelatih Timnas Indonesia kembali memanas di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Nama pelatih asal Korea Selatan itu kembali ramai diperbincangkan setelah kekalahan Timnas Indonesia dari Irak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, Shin Tae-yong langsung membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak akan kembali melatih skuad Garuda.

John Herdman Punya Opsi Baru, 3 Striker Naturalisasi Siap Perkuat Timnas Indonesia

Pernyataan itu disampaikan langsung melalui media ternama asal Korea Selatan, KBS, yang mengutip konfirmasi dari sang pelatih. “Shin Tae-yong membantah rumor kembali ke Timnas Indonesia,” tulis KBS seperti dilansir dari akun X @KORFootballNews. Pernyataan ini sekaligus menutup spekulasi yang belakangan semakin ramai di media sosial, di mana banyak pendukung Timnas berharap kembalinya sang pelatih yang telah memberikan banyak prestasi.

Nama Shin Tae-yong Kembali Menggema di Stadion

Ivar Jenner Putuskan Hengkang dari FC Utrecht, Prioritaskan Jam Terbang dan Peluang di Timnas

Suasana Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah, Arab Saudi, mendadak penuh nostalgia ketika ribuan suporter Indonesia meneriakkan nama Shin Tae-yong usai kekalahan tipis 0–1 dari Irak. Sorakan “STY! STY!” menggema di seluruh tribune, seakan menggambarkan kerinduan publik sepak bola Tanah Air terhadap sosok pelatih yang telah meninggalkan jejak kuat di Timnas.

Bagi banyak fans, Shin Tae-yong bukan sekadar pelatih. Ia dianggap sebagai arsitek kebangkitan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bersamanya, skuad Garuda mencatatkan berbagai pencapaian bersejarah yang sebelumnya tak pernah terjadi. Di bawah tangan dinginnya, Timnas Indonesia berhasil menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Ivar Jenner Bangga Jadi Kapten Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025

Selain itu, Shin Tae-yong juga sukses membawa Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia—sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan besar bagi pencinta sepak bola nasional. Puncak prestasinya datang pada November 2024 ketika Indonesia mencatat kemenangan bersejarah 2–0 atas Arab Saudi, sebuah hasil yang membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme di kalangan pemain maupun suporter.

Kesuksesan di Timnas Muda

Bukan hanya di level senior, kiprah Shin Tae-yong juga sangat terasa di skuad muda Indonesia. Ia berhasil membawa Timnas U-23 lolos ke Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya pada tahun 2024. Tak berhenti sampai di situ, pada debutnya di ajang tersebut, Indonesia U-23 bahkan mampu melaju hingga semifinal—pencapaian yang membuat dunia sepak bola Asia menaruh perhatian khusus kepada Indonesia.

Tak heran jika banyak publik yang menilai bahwa Shin Tae-yong telah meninggalkan fondasi kuat bagi perkembangan sepak bola Indonesia, baik di level teknis, mental, maupun kedisiplinan. Gaya kepemimpinannya yang tegas dan modern dianggap menjadi kunci perubahan besar di tubuh Timnas.

Pemecatan yang Mengejutkan

Meski mencetak berbagai prestasi gemilang, takdir berkata lain. Pada 6 Januari 2025, PSSI secara resmi memutus kontrak kerja sama dengan Shin Tae-yong. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Jakarta. Erick menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena adanya “dinamika internal” di tubuh Timnas Indonesia yang membuat kerja sama sulit dilanjutkan.

Meski Erick tidak menjabarkan secara rinci apa yang dimaksud dengan dinamika tersebut, keputusan pemecatan Shin Tae-yong sempat menuai reaksi keras dari publik. Banyak pihak menilai langkah PSSI itu terlalu tergesa-gesa, mengingat hasil positif yang terus diraih Timnas di bawah asuhannya.

Setelah pemecatan itu, PSSI langsung menunjuk pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pengganti. Kluivert yang merupakan mantan striker legendaris Barcelona datang dengan membawa tim kepelatihan dari Belanda, termasuk Alex Pastoor, Denny Landzaat, dan Gerald Vanenburg. Harapannya, kombinasi pengalaman mereka bisa membawa Timnas Indonesia naik ke level yang lebih tinggi.

Era Kluivert yang Belum Memuaskan

Namun, hasil di lapangan belum sesuai harapan. Sejak ditangani Patrick Kluivert, performa Timnas Indonesia belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kekalahan 0–1 dari Irak menjadi salah satu hasil yang membuat banyak fans kecewa. Bahkan, sebagian besar pendukung mulai menyerukan agar Shin Tae-yong kembali, mengingat prestasi dan kedekatannya dengan para pemain muda yang kini menjadi tulang punggung tim.

Patrick Kluivert sendiri masih terikat kontrak hingga 2027. Namun, dengan hasil yang belum memuaskan dan tekanan publik yang semakin meningkat, masa depannya di kursi pelatih Garuda mulai dipertanyakan. Apalagi, kegagalan membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi catatan besar yang sulit diabaikan.

Kini, banyak pengamat menilai bahwa PSSI berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, mereka perlu menjaga stabilitas tim dengan tetap memberikan waktu bagi Kluivert untuk beradaptasi. Namun di sisi lain, desakan publik untuk menghadirkan kembali Shin Tae-yong semakin keras terdengar.

Shin Tae-yong Fokus ke Karier di Luar Indonesia

Di tengah hiruk pikuk rumor tersebut, Shin Tae-yong memilih untuk tetap tenang. Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui media Korea, ia menegaskan bahwa dirinya saat ini tidak memiliki rencana untuk kembali ke Indonesia. Sang pelatih kabarnya tengah fokus pada peluang karier lain di Asia, termasuk tawaran dari klub dan tim nasional di kawasan Timur Tengah.

Meski begitu, nama Shin Tae-yong tetap melekat kuat di hati publik Indonesia. Banyak yang menilai bahwa kontribusinya terhadap perkembangan sepak bola nasional tidak akan terlupakan. Bahkan setelah tidak lagi menjabat, ia masih dianggap sebagai simbol kebangkitan dan profesionalisme dalam dunia sepak bola Tanah Air.

Dengan situasi Timnas yang belum stabil dan desakan publik yang kian menguat, hanya waktu yang bisa menjawab apakah Shin Tae-yong benar-benar menutup pintu untuk Indonesia atau masih ada peluang bagi “Sang Arsitek Garuda” untuk kembali membawa merah putih terbang tinggi di kancah internasional.