Jay Idzes Bela Erick Thohir, Media Vietnam Bocorkan Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia

Jay Idzes Bela Erick Thohir, Media Vietnam Bocorkan Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia
Sumber :
  • Instagram.com/@jayidzes

Setelah kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026, sorotan publik Tanah Air masih tertuju pada performa skuad Garuda dan arah kebijakan PSSI di bawah pimpinan Erick Thohir. Gelombang kritik deras mengalir di media sosial, menuntut evaluasi besar-besaran atas hasil mengecewakan tersebut. Namun di tengah derasnya hujatan, muncul suara pembelaan dari sosok yang tak terduga — Jay Idzes.

Herdman Baru Latih Garuda, 3 Bintang Persib Ini Langsung Jadi Prioritas!

Jay Idzes Buka Suara, Bela Erick Thohir di Tengah Kritik Tajam

Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia sekaligus pemain klub Serie A Italia, Sassuolo, akhirnya angkat bicara. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menuliskan pesan panjang yang menunjukkan dukungan penuh kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI.

John Herdman Latih Timnas Indonesia, Media Belanda: Ini Pelatih yang Punya Rekam Jejak Langka!

“Biasanya saya tidak menulis pesan seperti ini, tetapi kali ini saya merasa perlu berbicara. Saya melihat banyak komentar negatif, terutama terhadap Pak Erick Thohir dan timnya,” tulis Jay.

Menurut pemain berusia 24 tahun itu, banyak pihak tidak menyadari kerja keras yang dilakukan oleh Erick Thohir di balik layar. Ia menilai bahwa dukungan manajemen terhadap para pemain sangat besar, meski tidak selalu terlihat oleh publik.

Viral di Vietnam! John Herdman Tolak Honduras, Pilih Latih Timnas Indonesia

“Banyak yang tidak tahu betapa besar usaha mereka memastikan kami para pemain mendapatkan kondisi terbaik. Dalam batas wewenang mereka, PSSI selalu berupaya agar kami bisa fokus pada performa di lapangan,” tambahnya.

Pernyataan itu pun langsung menyebar luas dan memicu beragam reaksi. Sebagian warganet memuji keberanian Jay Idzes yang berani tampil membela, di saat banyak pihak memilih diam. Namun, sebagian lainnya tetap menilai kritik terhadap PSSI adalah hal wajar sebagai bentuk tanggung jawab publik terhadap kemajuan sepak bola nasional.

Meski begitu, sikap Jay dianggap sebagai langkah positif untuk menyeimbangkan opini publik yang selama ini terlalu berat ke arah negatif. Banyak juga pengamat menilai, dukungan dari pemain senior seperti Jay bisa menjadi energi baru bagi tim dan federasi untuk melakukan evaluasi dengan kepala dingin.

Media Vietnam Ungkap 4 Nama Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia

Di sisi lain, rumor pergantian pelatih Timnas Indonesia semakin menguat setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert. Spekulasi mengenai sosok pengganti pun bermunculan, dan menariknya, media Vietnam ikut menyorot hal ini.

Media olahraga TheThao247 menyebutkan bahwa PSSI sudah menyiapkan empat kandidat pelatih asing yang berpotensi menggantikan Kluivert. Namun, Shin Tae-yong—yang sebelumnya sukses membawa Indonesia tampil impresif di Kualifikasi Piala Dunia 2026—tidak masuk dalam daftar tersebut.

“Indonesia telah memfinalisasi empat nama calon pelatih asing potensial untuk menggantikan Patrick Kluivert,” tulis media tersebut dalam laporannya.

Keputusan untuk mencari pelatih baru di luar nama Shin Tae-yong disebut sebagai langkah strategis PSSI untuk menyegarkan gaya permainan Timnas setelah dua kekalahan beruntun dari Irak dan Arab Saudi.

Namun demikian, sebagian besar pendukung Timnas masih berharap Shin Tae-yong mendapat kesempatan kedua. Mereka menilai pelatih asal Korea Selatan itu telah membawa perubahan signifikan dalam disiplin dan mental bertanding skuad Garuda.

Di sisi lain, rumor yang beredar di kalangan jurnalis sepak bola Asia menyebut bahwa salah satu kandidat kuat berasal dari Eropa Timur. Pelatih tersebut disebut pernah menukangi klub besar Asia dan memiliki pengalaman panjang di kompetisi internasional.

PSSI sendiri kabarnya tengah berhati-hati dalam proses seleksi pelatih baru. Tekanan publik yang begitu besar membuat federasi tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan. Kesalahan memilih pelatih dinilai bisa berakibat fatal terhadap performa Timnas Indonesia dalam turnamen mendatang, termasuk Piala Asia dan ajang internasional lainnya.

Antara Harapan Baru dan Evaluasi Besar

Kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia memang menjadi pukulan telak, namun banyak pihak berharap ini bisa menjadi titik balik bagi sepak bola nasional. Dukungan dari pemain seperti Jay Idzes menunjukkan bahwa di balik segala kritik, masih ada semangat kebersamaan untuk membangun kembali tim.

Sementara itu, publik menunggu langkah konkret PSSI dalam menentukan pelatih baru. Siapapun yang akhirnya terpilih, diharapkan mampu membawa angin segar dan memperkuat fondasi sepak bola Indonesia yang tengah berproses menuju level yang lebih tinggi.

Dengan kombinasi semangat pemain, dukungan publik, dan kebijakan yang tepat dari federasi, harapan untuk melihat Timnas Indonesia kembali berjaya tetap terbuka lebar.