Orang Dalam Bongkar Alasan Shin Tae-yong Dianggap Lebih Sukses dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong
Sumber :
  • PSSI

Shin Tae-yong, lanjut Ricky, selalu melibatkan diri dalam setiap aspek latihan dan memahami kondisi mental pemain. “Dia bisa menegur keras, tapi juga bisa bercanda di waktu yang tepat. Itulah yang membuatnya berbeda,” tambahnya.

Van Bronckhorst atau Herdman? Ini 2 Nama Kuat Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia!

Sosok Shin Tae-yong di Mata Ricky Riskandi

Pernah Jadi Musuh Publik di Piala Dunia, Kini Masuk Radar PSSI - Ini Profil John Herdman

Ricky mengenang bagaimana pertama kali bertemu Shin Tae-yong pada 2020. Saat itu, dirinya mendapat tugas dari Sekjen PSSI kala itu, Ratu Tisha, untuk menyambut sang pelatih di bandara.

“Bu Tisha bilang ke saya bahwa Coach Shin adalah pelatih terbaik di Asia, yang pernah membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018,” ungkap Ricky.

Pelatih U-17 Naik Pangkat! Nova Arianto Diproyeksikan untuk Timnas Indonesia Senior

Dari pertemuan itulah, Ricky melihat sosok pelatih yang rendah hati dan pekerja keras. “Coach Shin sangat ramah, tapi kalau seseorang terlalu sensitif, akan sulit bekerja sama dengannya. Dia sering bercanda seperti ayah dan anak, sangat rendah hati dan mudah didekati,” paparnya.

Ricky juga menilai bahwa karakter tegas Shin Tae-yong dibalut dengan kedekatan emosional yang jarang dimiliki pelatih asing lainnya. Ia tahu kapan harus keras, dan kapan harus menjadi figur penyemangat.


Era Kluivert dan Pelajaran bagi Timnas Indonesia

Sejak ditunjuk memimpin Timnas Indonesia, Patrick Kluivert sempat membawa semangat baru. Namun, masa kerjanya yang singkat berakhir tanpa prestasi signifikan. Kini, posisinya telah kosong sementara PSSI masih mencari pengganti yang dianggap ideal.

Kondisi ini membuat banyak pihak membandingkan kembali era kepelatihan Shin Tae-yong yang dinilai lebih stabil dan progresif. Di bawah arahannya, Timnas Indonesia berhasil menembus Piala Asia 2023 dan tampil kompetitif di berbagai ajang internasional.

Tak heran jika banyak suporter Garuda berharap agar Shin kembali ke kursi pelatih. Namun, seperti kata Erick Thohir, federasi kini lebih memilih fokus pada masa depan ketimbang nostalgia.

“Era Shin Tae-yong sudah meninggalkan warisan disiplin dan mentalitas. Tapi kini saatnya mencari figur baru yang bisa melanjutkan pondasi itu,” kata Ricky menutup pembicaraan.


Sosok yang Tinggalkan Jejak

Kisah Ricky Riskandi ini menegaskan bahwa keberhasilan seorang pelatih bukan hanya diukur dari hasil pertandingan, tapi juga dari kemampuan membangun hubungan dengan pemain. Shin Tae-yong meninggalkan kesan mendalam di ruang ganti Timnas Indonesia, sesuatu yang belum sempat dilakukan Patrick Kluivert.

Halaman Selanjutnya
img_title