Saham GoTo Melesat! CEO Baru Hans Patuwo Bawa Angin Perubahan & Isu Merger

Saham GoTo Melesat! CEO Baru Hans Patuwo Bawa Angin Perubahan & Isu Merger
Sumber :
  • Goto

Namun, di balik kenaikan tersebut, valuasi GoTo masih jauh dari masa kejayaan IPO. Jika pada puncaknya di 2022 kapitalisasi pasar menyentuh 30 miliar dolar AS, kini nilainya turun drastis ke di bawah 5 miliar dolar AS.

Zendo Muhammadiyah: Ojek Online Alternatif yang Siap Bersaing dengan Grab dan Gojek

Kenaikan terbaru lebih mencerminkan sentimen spekulatif bukan perbaikan fundamental terutama terkait isu merger dengan Grab yang kembali menguat pasca pergantian CEO.

Mengapa Merger GoTo-Grab Kembali Jadi Perbincangan?

Mana Lebih Untung? Perbandingan Komisi Ojol Zendo, Maxim, hingga inDrive

Isu merger antara GoTo dan Grab bukan hal baru. Namun, beberapa faktor kini membuatnya terasa lebih realistis:

1. Perubahan Kepemimpinan yang Strategis
Patrick Walujo diketahui menentang rencana merger dengan Grab, khawatir akan kehilangan identitas lokal dan kontrol atas ekosistem. Sebaliknya, Hans Patuwo dipandang lebih terbuka terhadap kolaborasi strategis, terutama yang bisa mempercepat jalan menuju profitabilitas.

10 Tips Jitu Agar Aplikasi Ojek Online Gacor dan Mendapat Banyak Konsumen

2. Tekanan dari Investor Besar
SoftBank Group salah satu investor utama GoTo dilaporkan mendorong pergantian kepemimpinan karena frustrasi atas lambatnya pencapaian profitabilitas. SoftBank juga merupakan pemegang saham signifikan di Grab, sehingga memiliki insentif kuat untuk mendorong konsolidasi.

3. Dukungan dari Sovereign Wealth Fund Indonesia
Indonesia Investment Authority (Danantara), dana kekayaan negara Indonesia, disebut ikut memfasilitasi diskusi awal antara GoTo dan Grab. Ini menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia melihat potensi manfaat dari entitas digital raksasa yang kompetitif di tingkat global.

4. Dominasi Pasar yang Tak Tertandingi
Jika merger terjadi, entitas gabungan akan menguasai:

  • Lebih dari 90% pasar ride-hailing di Indonesia
  • Pangsa mayoritas di layanan pesan-antar makanan dan logistik
  • Ekosistem fintech terpadu (GoPay + GrabPay)

Skala semacam itu bisa menghasilkan efisiensi operasional luar biasa, penghematan biaya pemasaran, dan kemampuan negosiasi yang kuat dengan mitra semua kunci menuju profitabilitas berkelanjutan.

Kekhawatiran Publik dan Regulator

Namun, merger semacam ini tidak lepas dari risiko dan kontroversi.

Monopoli dan Kenaikan Harga
Dengan dominasi pasar lebih dari 90%, banyak pihak khawatir GoTo-Grab akan menaikkan tarif layanan baik untuk konsumen maupun mitra driver karena minimnya persaingan.

Ancaman terhadap Lapangan Kerja
Konsolidasi operasional kemungkinan besar akan mengarah pada pengurangan duplikasi peran, termasuk di bidang pemasaran, teknologi, dan layanan pelanggan berpotensi memicu PHK massal.

Halaman Selanjutnya
img_title