5 Tempat Makan Legendaris di Jakarta untuk Mengisi Hari Terakhir Libur Tahun Baru
- IG
Hari terakhir libur Tahun Baru sering kali menjadi momen penutup yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak orang memilih menghabiskan waktu dengan bersantai di rumah, namun tidak sedikit pula yang ingin menutup masa liburan dengan wisata kuliner. Jakarta, sebagai kota yang kaya sejarah, menyimpan deretan tempat makan legendaris yang tetap bertahan di tengah gempuran tren kuliner modern. Menariknya, tempat-tempat ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita panjang yang melekat di setiap sajian.
Salah satu destinasi kuliner yang tak pernah sepi adalah Bakmi Gang Kelinci. Berdiri sejak 1957, tempat makan ini telah menjadi ikon bakmi Jakarta yang melegenda. Hingga kini, cita rasa bakmi yang disajikan masih konsisten, sehingga membuat pelanggan lama terus kembali, sementara pengunjung baru penasaran untuk mencicipi. Menu bakmi ayam jamur menjadi favorit banyak orang karena tekstur mie yang kenyal berpadu dengan topping gurih. Selain itu, pilihan i fu mie hingga pangsit dan dimsum pelengkap membuat pengalaman makan semakin lengkap. Berlokasi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Bakmi Gang Kelinci cocok dikunjungi saat siang atau sore hari, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana klasik ibu kota.
Sementara itu, bagi pencinta kopi, Kopi Es Tak Kie menjadi tempat yang hampir wajib disinggahi. Kedai kopi ini telah berdiri sejak 1927 dan dikenal sebagai salah satu kedai kopi tertua di Jakarta. Meski zaman terus berubah, Kopi Es Tak Kie tetap mempertahankan konsep sederhana dengan cita rasa kopi tempo dulu. Menu andalannya, es kopi susu, memiliki rasa khas dari racikan biji kopi Robusta dan Arabika tradisional. Rasanya ringan, manis, dan menyegarkan, sehingga cocok dinikmati saat pagi hingga menjelang siang. Selain itu, suasana kedai yang jadul justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin bernostalgia.
Tak lengkap rasanya membahas kuliner legendaris Jakarta tanpa menyebut Es Krim Ragusa Italia. Berdiri sejak 1932, tempat ini menjadi saksi perjalanan panjang dunia kuliner ibu kota. Hingga kini, Ragusa tetap mempertahankan resep es krim klasik tanpa bahan pengawet, sehingga rasa yang dihasilkan terasa autentik. Menu seperti spaghetti ice cream dan banana split menjadi favorit lintas generasi. Karena itu, Ragusa sering dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari. Es krim ini kerap menjadi pilihan pencuci mulut setelah menikmati makanan berat di sekitar kawasan Gambir.