John Herdman Latih Timnas Indonesia, Media Belanda: Ini Pelatih yang Punya Rekam Jejak Langka!
- PSSI
Rekam jejak ini dianggap bukan sekadar prestasi, tapi bukti kemampuan membangun sistem dari nol hingga kompetitif di level dunia. Di Kanada, Herdman tidak hanya melatih tim, tapi juga mengembangkan infrastruktur pembinaan, psikologi tim, dan identitas permainan nasional.
Karena itulah, media Belanda menyimpulkan:
“Dengan pengalamannya mengembangkan struktur sepak bola dan kemampuannya yang terbukti untuk memperkuat tim secara mental dan fisik, Herdman tampaknya merupakan pilihan yang logis untuk negara seperti Indonesia.”
Tantangan Besar yang Menanti Herdman di Timnas Indonesia
Meski memuji, Voetbalprimeur juga tidak menutup mata terhadap realitas sulit yang akan dihadapi Herdman. Dalam laporan yang sama, media tersebut menekankan bahwa tugas sang pelatih jauh dari mudah.
1. Manajemen Ruang Ganti yang Kompleks
Timnas Indonesia kini terdiri dari perpaduan unik:
- Pemain lokal dari liga domestik
- Pemain keturunan Eropa (banyak berdarah Belanda) yang dibesarkan di sistem Eropa
Perbedaan latar belakang, mentalitas, dan ekspektasi bisa menjadi sumber ketegangan jika tidak dikelola dengan visi kepemimpinan yang kuat.
2. Inkonsistensi Performa Jangka Panjang
Indonesia kerap menunjukkan performa gemilang dalam laga uji coba, tetapi gagal konsisten di turnamen resmi seperti Piala AFF atau Kualifikasi Piala Dunia. Ini mencerminkan masalah struktural, bukan hanya teknis.
3. Tantangan Organisasi dan Regenerasi
Voetbalprimeur mencatat bahwa sepak bola Indonesia masih menghadapi tantangan organisasi, termasuk koordinasi antara klub, liga, dan federasi yang berdampak pada kesiapan pemain nasional.
“Tugas Herdman adalah mengatasi hal ini dengan stabilitas dan visi yang jelas, dengan memperhatikan jangka pendek dan jangka panjang,” tulis media tersebut.
Herdman Bukan Sekadar Pelatih Tapi Arsitek Transformasi
Yang membedakan Herdman dari pelatih asing sebelumnya adalah pendekatannya yang holistik. Di Kanada, ia tidak hanya fokus pada hasil pertandingan, tapi juga:
- Membangun budaya tim yang kuat
- Mengintegrasikan sains olahraga dan psikologi
- Mendorong partisipasi pemain muda
- Menciptakan identitas permainan yang khas
Jika pendekatan ini diterapkan di Indonesia, bukan tidak mungkin Garuda bisa menembus level baru bukan hanya di ASEAN, tapi juga di kancah Asia.
Ia pun telah menunjukkan pemahaman awal tentang dinamika lokal: