Habib Rizieq Dukung Pandji Pragiwaksono, Tapi Tegaskan Salat Tak Pantas Jadi Candaan

Habib Rizieq Dukung Pandji Pragiwaksono, Tapi Ingatkan Salat Bukan Bahan Candaan
Sumber :
  • Getty Images

Menanggapi Argumen Salat dan Perilaku Korupsi

Waspada! BRIN Ungkap Wilayah Rawan Sinkhole Indonesia

Salah satu bagian materi yang juga disoroti adalah pernyataan yang membandingkan praktik salat dengan perilaku korupsi atau maksiat. Dalam materi tersebut, disebutkan adanya orang yang rajin salat namun tetap melakukan korupsi, yang kemudian dijadikan bahan refleksi dalam komedi.

Habib Rizieq menilai pendekatan tersebut bermasalah. Ia menyebut bahwa menjadikan contoh tersebut sebagai dasar candaan bisa dimaknai sebagai bentuk pengingkaran terhadap ayat Al-Qur’an yang menyebut salat sebagai pencegah perbuatan keji dan mungkar.

Realme Neo8 Rilis 22 Jan: Baterai 8.000mAh & Chipset Ganas

Menurutnya, ayat tersebut adalah firman Allah, bukan klaim manusia yang bisa dipatahkan dengan contoh sosial. Ia menekankan bahwa ketika ayat suci dijadikan objek candaan atau diragukan kebenarannya melalui humor, maka itu sudah melewati batas kebebasan berekspresi.

Penegasan soal Otoritas Keagamaan

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Meluncur Februari 2026: Fitur Ganda

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq juga menyoroti posisi Pandji sebagai pelawak. Ia menilai bahwa ketika seseorang berbicara soal tafsir ajaran agama, seharusnya hal tersebut diserahkan kepada ulama.

Ia menyampaikan bahwa bertanya dan mempertanyakan boleh dilakukan, bahkan wajib jika seseorang tidak memahami suatu ajaran. Namun, mengambil kesimpulan sendiri tentang ajaran agama, apalagi menyampaikannya dalam bentuk lawakan, dianggapnya sebagai sikap yang tidak tepat.

Habib Rizieq menyarankan agar jika ada kebingungan tentang mengapa seseorang yang salat masih melakukan maksiat, maka jawabannya harus dicari melalui ulama, bukan melalui panggung komedi.

Soal Pembelaan Netizen

Polemik ini juga ramai di media sosial, dengan banyak netizen yang membela Pandji. Menanggapi hal tersebut, Habib Rizieq menyatakan bahwa ia memahami kemarahan netizen, terutama ketika Pandji dilaporkan ke polisi dan isu pembungkaman kebebasan berpendapat mencuat.

Ia menilai pembelaan terhadap hak seseorang untuk mengkritik pemerintah adalah hal yang sah. Namun, ia mengingatkan bahwa membela kebebasan berekspresi tidak seharusnya berarti membiarkan agama dijadikan bahan olok-olok.

Menurutnya, khusus bagi umat Islam, ada kewajiban moral untuk tidak diam ketika ajaran agama dianggap dihina, terlepas dari siapa yang melakukannya.

Menyalahkan Praktik, Bukan Salatnya

Habib Rizieq juga menekankan bahwa jika ada orang yang salat namun tetap berbuat maksiat, maka yang perlu dikoreksi adalah cara orang tersebut menjalankan salatnya, bukan salat sebagai ajaran.

Halaman Selanjutnya
img_title