Gawat! Senator AS Desak Apple & Google Blokir Grok AI dan X
- Istimewa
- Tiga Senator Demokrat AS secara terbuka menuntut CEO Google dan Apple menangguhkan aplikasi X dan Grok AI dari toko aplikasi mereka.
- Tuntutan mendesak ini dipicu oleh banjirnya konten asusila deepfake eksplisit yang mudah dihasilkan menggunakan fitur Grok AI.
- Senator menilai kegagalan Google dan Apple bertindak akan merusak reputasi mereka sebagai penyedia platform digital yang aman.
- Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah protektif dengan memblokir akses sementara terhadap Grok AI.
Tiga Senator senior Partai Demokrat Amerika Serikat baru-baru ini mengirimkan surat terbuka yang sangat tajam kepada CEO Apple, Tim Cook, dan CEO Google, Sundar Pichai. Mereka secara tegas menuntut kedua raksasa teknologi tersebut segera menangguhkan Aplikasi X dan chatbot AI milik xAI, Grok AI, dari toko aplikasi mereka. Desakan ini muncul setelah konten asusila yang dihasilkan menggunakan Grok membanjiri platform digital. Senator ingin memastikan Elon Musk selaku pemilik dapat mengatasi masalah konten ilegal ini terlebih dahulu sebelum aplikasi kembali tersedia.
Kritik Keras Senator: Kegagalan Moderasi Konten X
Senator Ron Wyden, Ed Markey, dan Ben Ray Luján, pengirim surat terbuka tersebut, menilai Apple dan Google tidak boleh tinggal diam. Mereka menegaskan bahwa kedua perusahaan harus mengambil tindakan tegas terhadap Aplikasi X dan Grok AI, bukannya membiarkan platform tersebut bebas beroperasi tanpa penalti serius.
Mereka mendesak agar penangguhan tetap berlaku setidaknya hingga Elon Musk menunjukkan komitmen nyata dalam memoderasi konten seksual ilegal yang disebarluaskan.
Ancaman Reputasi Raksasa Teknologi
Para Senator percaya bahwa mengabaikan perilaku buruk Aplikasi X dapat mempermalukan standar moderasi yang telah diterapkan Google dan Apple. Mereka mengingatkan bahwa kegagalan menindak tegas platform tersebut akan merusak nama baik kedua perusahaan di mata publik dan hukum.
Publik menilai Apple dan Google memiliki reputasi yang baik. Keduanya selama ini menawarkan pengalaman pengguna yang lebih aman dibandingkan mengizinkan pengguna mengunduh aplikasi secara langsung ke perangkat mereka. Tindakan pembiaran ini dikhawatirkan mengikis kepercayaan tersebut.