Peringkat Utang Luar Negeri Global Firepower 2025: AS vs Indonesia

Peringkat Utang Luar Negeri Global Firepower 2025: AS vs Indonesia
Sumber :
  • Illustrasi Uang

5 Luksemburg: Anomali Negara Kecil

Venezuela Dapat Dukungan Iran, Konflik dengan AS Bisa Meledak

Data paling mengejutkan datang dari Luksemburg. Negara mungil ini menduduki peringkat kelima dengan utang $4,77 triliun (sekitar Rp 80,6 kuadriliun). Angka ini sama sekali tidak mencerminkan populasi atau kekuatan militernya, melainkan statusnya sebagai hub perbankan privat dan investasi global. Arus modal asing yang masuk dan keluar melalui Luksemburg secara teknis dihitung sebagai utang luar negeri, menciptakan distorsi statistik yang unik.

6 - 10 Zona Menengah: Belanda hingga Italia

Hubungan AS-Venezuela Memanas, Trump Ambil Langkah Ekstrem

Peringkat enam hingga sepuluh diisi oleh campuran kekuatan ekonomi Eropa dan Asia Pasifik:

  • Belanda (#6): Mencatat $4,7 triliun, didorong oleh posisinya sebagai gerbang perdagangan Eropa.

  • Jepang (#7): Satu-satunya wakil Asia di Top 7 dengan $4,67 triliun, mencerminkan utang publik yang tinggi namun sebagian besar dimiliki oleh domestik.

  • Australia (#8): Memiliki kewajiban $3,4 triliun.

  • Irlandia (#9): Pusat teknologi Eropa ini mencatat $3,3 triliun.

  • Italia (#10): Melengkapi sepuluh besar dengan $2,7 triliun.

Prabowo Ingin Indonesia Punya Motor Nasional: Ambisi Baru Industri Otomotif

Posisi Indonesia: Peringkat 25 ($440 Miliar)

Indonesia berada di papan tengah, tepatnya peringkat ke-25 dalam daftar GFP. Total utang luar negeri tercatat sebesar $440 miliar (sekitar Rp 7,4 kuadriliun). Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Korea Selatan yang memiliki utang $503 miliar.

Namun, perlu dicatat bahwa data riil dari Bank Indonesia (BI) per November 2025 menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah, yakni $423,8 miliar. Struktur utang Indonesia dinilai lebih sehat dibandingkan negara-negara G7 di atas, dengan dominasi tenor jangka panjang (86,1%) dan rasio terhadap PDB yang menurun ke level 29,3%. Ini menandakan bahwa meskipun nominalnya tampak besar dalam Rupiah, kapasitas bayar Indonesia dinilai kuat oleh lembaga pemeringkat internasional.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget