Viral "Eva Nurasyifa Sultan Malaysia"? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Hoaks yang Merajalela
Kamis, 29 Januari 2026 - 10:05 WIB
Sumber :
- Tiktok
Peran Platform Digital: Tanggung Jawab TikTok, Google, dan Meta dalam Memerangi Hoaks
Platform media sosial tidak bisa lepas tangan dari penyebaran hoaks. Sebagai penyedia infrastruktur algoritmik, mereka memiliki tanggung jawab etis dan hukum:
Yang Harus Dilakukan Platform:
- Label Konten Disputed: Tandai video dengan narasi hoaks menggunakan stiker "Informasi Perlu Diverifikasi".
- Downrank Konten Sensasional: Kurangi distribusi algoritmik terhadap konten yang mengandung klaim tidak terverifikasi.
- Promosikan Konten Klarifikasi: Berikan ruang lebih besar bagi akun fact-checker resmi.
- Transparansi Algoritma: Publikasikan kriteria mengapa konten tertentu menjadi viral.
Yang Bisa Dilakukan Pengguna:
- Laporkan konten hoaks melalui fitur "Report" di TikTok/Instagram.
- Jangan share konten yang belum diverifikasi meski dengan niat "mengklarifikasi".
- Ikuti akun fact-checker terpercaya untuk mendapat informasi akurat.
- Panduan Keamanan Siber: 7 Langkah Lindungi Diri dari Phishing Berkedok Konten Viral
Agar tidak menjadi korban penipuan digital berikutnya, terapkan tujuh langkah berikut:
- Jangan Pernah Klik Link dari Akun Tidak Dikenal
Link yang dikirim via DM atau komentar hampir pasti berbahaya. - Verifikasi URL Sebelum Mengakses
Situs phishing sering meniru domain resmi dengan typo (misal: "tiktok-login.com" bukan "tiktok.com"). - Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Lindungi akun media sosial dan email dengan 2FA agar tetap aman meski password bocor. - Jangan Unduh File dari Sumber Tidak Resmi
File .apk, .exe, atau .zip dari situs tidak dikenal berisiko tinggi mengandung malware. - Gunakan Password Manager
Hindari penggunaan password sama di berbagai platform gunakan password unik untuk setiap akun. - Pasang Antivirus Terupdate
Software keamanan bisa mendeteksi dan memblokir upaya infeksi malware secara real-time. - Edukasi Keluarga dan Teman
Hoaks sering menyebar melalui grup WhatsApp keluarga jadilah "agen literasi digital" di lingkungan Anda.
Literasi Digital sebagai Tameng Utama: Mengapa Pendidikan Lebih Penting daripada Sensor
Solusi jangka panjang untuk melawan hoaks bukanlah sensor konten atau pemblokiran platform melainkan penguatan literasi digital sejak dini. Masyarakat yang melek digital akan:
- Mampu membedakan fakta dari opini
- Memahami cara kerja algoritma media sosial
- Kritis terhadap narasi yang memicu emosi berlebihan
- Tidak mudah terpancing oleh clickbait atau curiosity gap
Halaman Selanjutnya
Pemerintah, sekolah, dan komunitas perlu berkolaborasi menyusun kurikulum literasi digital yang praktis bukan hanya teori, tapi simulasi deteksi hoaks dalam kehidupan nyata.