Afrika Selatan Usir Diplomat Israel Usai Hina Presiden di Medsos
- wiki
Ketegangan antara Afrika Selatan dan Israel sebenarnya bukan hal baru. Pada 2023 lalu, Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan juga sempat memanggil Duta Besar Israel saat itu, Eliav Belotsercovsky. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan pernyataan sang duta besar yang dianggap meremehkan pihak-pihak yang bersuara menentang serangan militer Israel ke Gaza.
Pernyataan tersebut menuai kecaman luas di Afrika Selatan, negara yang selama ini dikenal vokal dalam membela hak-hak rakyat Palestina. Sikap politik luar negeri Afrika Selatan memang cenderung konsisten mendukung perjuangan kemanusiaan dan menentang segala bentuk penjajahan serta kekerasan terhadap warga sipil.
Puncak dari ketegangan itu terjadi pada Desember 2023, ketika Afrika Selatan secara resmi melaporkan Israel ke Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ). Dalam gugatan tersebut, Israel dituduh melanggar kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida terkait operasi militernya di Gaza.
Langkah hukum tersebut menjadikan Afrika Selatan sebagai salah satu negara yang paling lantang membawa isu Palestina ke ranah hukum internasional. Sejak saat itu, hubungan diplomatik kedua negara terus berada dalam sorotan global.
Pengusiran Ariel Seidman pun dinilai banyak pihak sebagai kelanjutan dari sikap tegas Afrika Selatan dalam menjaga martabat negara sekaligus konsistensi kebijakan luar negerinya. Di sisi lain, keputusan ini juga berpotensi memperlebar jarak diplomatik antara Pretoria dan Tel Aviv dalam waktu dekat.
Namun demikian, para pengamat menilai masih terbuka ruang dialog jika kedua pihak memilih jalur diplomasi yang lebih menghormati norma dan etika internasional. Ke depan, dunia internasional akan terus memantau bagaimana dinamika hubungan Afrika Selatan dan Israel berkembang setelah insiden ini.