Ramadhan 1447 H Resmi Ditetapkan pada 19 Februari 2026 —Ini Alasan Ilmiah & Fikih di Baliknya

Ramadhan 1447 H Resmi Ditetapkan pada 19 Februari 2026 —Ini Alasan Ilmiah & Fikih di Baliknya
Sumber :
  • Viva

Tinggi hilal pun berada di bawah ufuk:

Tren HP Baterai 9000mAh 2026: Standar Baru Daya Tahan Ekstrem
  • Jakarta: minus 1°44′
  • Sabang: minus 1°41′
  • Jayapura: minus 3°12′

Kondisi ini secara ilmiah menegaskan bahwa hilal tidak mungkin terlihat pada 17 Februari 2026.

Diskon Steam Imlek 2026: Game PC Pilihan Turun Harga 90%!

Prediksi Hilal 18 Februari: Sudah Sangat Memungkinkan Terlihat

Jika rukyat dilakukan pada Rabu, 18 Februari 2026, kondisinya akan sangat berbeda:

Inovasi Speaker Yamaha: Desain Radikal yang Mengubah Suara
  • Umur bulan: 21–24 jam
  • Tinggi hilal: 7,6° hingga 10° di atas ufuk
  • Elongasi (jarak sudut bulan-matahari): lebih dari 10°

Menurut kriteria visibilitas internasional seperti Danjon Limit dan Yallop Criteria, hilal pada tanggal tersebut sudah sangat mungkin terlihat, bahkan dengan mata telanjang di langit cerah.

Namun, karena tradisi NU mengikuti rukyat pada 29 Sya’ban, dan pada hari itu hilal tidak terlihat, maka penetapan tetap mengacu pada istikmal, bukan prediksi masa depan.

Landasan Fikih: Empat Mazhab dan Keputusan Muktamar NU

Penetapan awal Ramadhan oleh PBNU tidak hanya mengandalkan sains, tetapi juga berakar kuat pada khazanah fikih Islam. PBNU menegaskan bahwa keputusan ini merujuk pada:

  • Pendapat empat mazhab utama:
    • Hanafi: Mengakui istikmal jika hilal tidak terlihat.
    • Maliki: Menekankan pentingnya rukyat lokal.
    • Syafi’i: Mewajibkan rukyat atau istikmal jika gagal.
    • Hanbali: Sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam ibadah.

Keputusan Muktamar ke-34 NU di Lampung, yang menegaskan bahwa penetapan awal bulan Hijriah harus menggabungkan rukyat, hisab, dan pertimbangan maslahat umat.

Dengan demikian, keputusan PBNU bukan sekadar teknis astronomi, melainkan manifestasi ijtihad kolektif yang menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, syariah, dan realitas sosial.

Ucapan Selamat dari Gus Yahya: Seruan Spiritual Menyambut Ramadhan

Dalam pengumumannya, Gus Yahya menyampaikan pesan spiritual kepada seluruh warga NU dan bangsa Indonesia:

“Atas nama PBNU, saya mengucapkan selamat menyambut Ramadhan, selamat menangguk sebesar-besarnya barokah dari Ramadhan. Semoga kita dikarunia kekuatan keteguhan untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya. Semoga kita semua dikaruniai bertemu dengan Idul Fitri nanti sebagai manusia-manusia baru, sebagai manusia-manusia yang dilahirkan kembali.”

Pesan ini mengingatkan bahwa di balik penetapan kalender, inti Ramadhan adalah transformasi spiritual bukan sekadar perdebatan teknis tentang hilal.

Perbandingan dengan Metode Lain: Apakah Akan Ada Perbedaan?

Halaman Selanjutnya
img_title