Trik Menambal Dak Rumah yang Rembes Hujan agar Tahan Lama
- ilustrasi
Musim hujan sering kali menjadi ujian bagi kondisi rumah, terutama pada bagian dak beton. Ketika hujan turun deras, air yang merembes dari atap bisa menimbulkan noda di plafon, dinding mengelupas, hingga risiko korsleting listrik. Oleh sebab itu, memperbaiki dak rumah yang rembes tidak boleh ditunda. Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin meluas dan biaya perbaikannya pun membengkak.
Langkah awal yang wajib dilakukan adalah memastikan sumber kebocoran. Banyak orang keliru karena langsung memperbaiki plafon yang basah, padahal titik masuk air biasanya berada di permukaan dak. Oleh karena itu, periksalah bagian atas secara menyeluruh. Amati apakah ada retakan halus, celah pada sambungan, atau lapisan pelindung air yang mulai terkelupas. Apabila perlu, lakukan pengujian sederhana dengan menyiram air sedikit demi sedikit untuk menemukan titik rembes yang sebenarnya.
Setelah sumber masalah ditemukan, tahap berikutnya adalah membersihkan area tersebut. Permukaan dak harus terbebas dari debu, lumut, sisa cat lama, maupun minyak yang menempel. Langkah ini sangat penting karena bahan penambal tidak akan melekat sempurna jika permukaan masih kotor. Gunakan sikat kawat atau amplas kasar agar pori-pori beton terbuka dan siap menerima lapisan baru. Dengan demikian, daya rekat bahan akan lebih maksimal.
Selanjutnya, jika ditemukan retakan kecil, jangan langsung menutupnya begitu saja. Retakan rambut sebaiknya diperlebar sedikit hingga membentuk celah menyerupai huruf V. Tujuannya agar bahan tambal bisa masuk lebih dalam dan tidak hanya menutup bagian luar saja. Setelah proses ini selesai, bersihkan kembali sisa debu agar tidak mengganggu proses penambalan.
Pemilihan bahan juga memegang peranan penting. Untuk retakan kecil, semen instan yang sudah dilengkapi campuran kedap air bisa menjadi pilihan praktis. Selain itu, campuran semen dengan cairan waterproofing juga cukup efektif. Sementara itu, untuk retakan besar atau sambungan yang renggang, bahan sealant berbahan dasar polyurethane atau epoxy lebih disarankan. Bahan elastis semacam ini mampu mengikuti pergerakan beton akibat perubahan suhu, sehingga risiko retak ulang bisa diminimalkan.