Heboh! Trump Ajukan Solusi Kontroversial untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Heboh! Trump Ajukan Solusi Kontroversial untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Sumber :
  • AFP/OLGA MALTSEVA

Gadget – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengusulkan solusi kontroversial dengan mengajukan gagasan pertukaran wilayah antara Rusia dan Ukraina guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari 3,5 tahun. Pernyataan ini disampaikan menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Alaska pada Jumat (15/8/2025).

Serangan Balas Dendam AS di Suriah: 70 Target ISIS Dihajar dalam Satu Hari!

Menurut Trump, pertemuan tersebut akan menjadi ujian awal untuk melihat apakah Kremlin bersedia mencapai kesepakatan damai. Namun, usulan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemimpin Eropa dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang takut Washington akan memberikan syarat perdamaian yang merugikan bagi Ukraina.

Rencana Pertemuan dan Usulan Trump

Nvidia Boleh Jual Chip AI Kuat ke China: Tapi AS Potong 25% dari Setiap Penjualan!

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Putin akan menjadi pertemuan uji coba. Dia optimistis dapat mengetahui dalam waktu dua menit pertama apakah kemajuan bisa dicapai.

"Saya akan mengatakan kepadanya, 'Anda harus mengakhiri perang ini'. Saya mungkin akan melihat parameternya sekarang, lalu berkata, 'semoga berhasil', dan itu selesai," kata Trump.

Hubungan AS-Venezuela Memanas, Trump Ambil Langkah Ekstrem

Dia juga menambahkan bahwa pertemuan tersebut bisa melibatkan Zelensky dengan tujuan utama mencapai gencatan senjata cepat. Meskipun demikian, baik Rusia maupun Ukraina hingga kini belum secara resmi membahas gagasan pertukaran wilayah.

"Akan ada beberapa pertukaran yang sedang berlangsung. Rusia telah menduduki beberapa wilayah yang sangat penting, tapi kami akan mencoba mendapatkan kembali sebagian," papar Trump.

Reaksi dari Para Pemimpin Dunia

Para pemimpin Eropa dan Zelensky khawatir bahwa Trump mungkin setuju dengan kesepakatan yang memaksa Ukraina memberikan konsesi besar. Di sisi lain, Kepala Staf Zelensky, Andriy Yermak, menegaskan bahwa perdamaian abadi hanya dapat dicapai melalui gencatan senjata tanpa syarat sebagai prasyarat untuk negosiasi substantif.

Zelensky sendiri memperingatkan bahwa memberikan konsesi kepada Rusia tidak akan menghentikan pertempuran. "Rusia menolak untuk menghentikan pembunuhan, dan oleh karena itu tidak boleh menerima imbalan atau keuntungan apa pun. Konsesi tidak meyakinkan seorang pembunuh," tulis Zelensky di platform sosial X.

Langkah Diplomasi Mendukung Solusi Damai

Sebelum pertemuan Trump-Putin, Zelensky berupaya menggalang dukungan dari pemimpin India dan Arab Saudi. Sementara itu, Putin melakukan panggilan ke pemimpin China, India, Brasil, serta tiga negara bekas Soviet.

Halaman Selanjutnya
img_title