NASA Pasang Reaktor Nuklir Bulan 2030: Era Baru Eksplorasi

NASA Pasang Reaktor Nuklir Bulan 2030: Era Baru Eksplorasi
Sumber :
  • Istimewa

Terobosan Insinyur NASA: Propulsi Tanpa Bahan Bakar Lawan Gravitasi
  • NASA dan Departemen Energi AS (DOE) sepakat membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan pada tahun 2030.
  • Proyek ini bertujuan mengatasi keterbatasan energi Matahari selama malam lunar dan mendukung pangkalan permanen manusia.
  • Ambisi besar ini dibayangi risiko keselamatan peluncuran, paparan radiasi, dan kendala hukum Perjanjian Luar Angkasa 1967.
  • Penggunaan Reaktor Nuklir Bulan menjadi langkah penting sebelum eksplorasi jangka panjang ke Mars.

Alien Bukan Nyata! NASA Ungkap Foto Asli Komet 3I/ATLAS yang Bikin Heboh

Amerika Serikat resmi mengonfirmasi rencana radikal untuk memimpin eksplorasi antariksa. NASA bersama Departemen Energi AS (DOE) menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Bulan pada 2030. Mereka menandatangani Nota Kesepahaman pada 13 Januari untuk pengembangan gabungan Proyek Reaktor Permukaan Bulan. Reaktor Nuklir Bulan ini menjadi tulang punggung infrastruktur yang krusial untuk misi jangka panjang dan persiapan manusia menuju Mars di masa depan. NASA menegaskan, tujuan mereka bukan sekadar kembali ke Bulan, tetapi membangun keberadaan permanen di sana.

Mengapa Energi Fisi Krusial di Permukaan Bulan?

NASA Kehilangan 3.800 Karyawan, Dampak Pemangkasan Anggaran Trump

Tenaga menjadi tantangan terbesar bagi setiap misi jangka panjang di Bulan. Malam lunar berlangsung sekitar 14 hari Bumi, dan beberapa wilayah kutub selatan berada dalam bayangan abadi. Kondisi ini membuat energi Matahari menjadi sumber daya yang tidak dapat diandalkan.

Reaktor nuklir menjanjikan solusi unik. Teknologi ini mampu menyediakan listrik secara terus-menerus. Pasokan listrik akan stabil, terlepas dari siklus siang-malam, lokasi pendaratan, atau kondisi suhu ekstrem.

NASA menyatakan daya nuklir sangat penting untuk sistem pendukung kehidupan (life-support), peralatan ilmiah, dan terutama untuk misi berdurasi panjang. Infrastruktur energi kuat sangat dibutuhkan, terutama di daerah kaya sumber daya seperti kutub selatan Bulan.

Visi Strategis dan Teknologi Energi Fisi

Proyek ambisius ini dikenal sebagai Proyek Daya Permukaan Fisi (Fission Surface Power Project) NASA. Fokus utama mereka adalah mengembangkan reaktor kompak yang bisa beroperasi aman selama beberapa tahun tanpa perlu pengisian bahan bakar.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut energi nuklir sebagai kunci menuju "masa keemasan eksplorasi antariksa." Energi ini memungkinkan kehadiran yang berkelanjutan di Bulan dan memfasilitasi misi vital ke Mars.

Halaman Selanjutnya
img_title