TSMC Ungkap Sinyal Kuat Ledakan Permintaan AI Jangka Panjang
- Istimewa
TSMC membuktikan dominasi pasarnya dengan rekor kinerja sepanjang tahun 2025. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$33,73 miliar atau sekitar Rp570 triliun pada kuartal IV/2025. Angka ini melonjak 20,5% dibandingkan tahun sebelumnya (year-over-year/YoY). Ini menjadi pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Laba bersih perusahaan pada kuartal yang sama mencapai Rp270 triliun, juga merupakan rekor baru. Secara kumulatif, pendapatan setahun penuh TSMC 2025 menembus angka Rp2.068 triliun.
Dominasi Teknologi Canggih
Segmen High Performance Computing (HPC) dan prosesor AI berperan sebagai motor penggerak utama. Kedua kategori tersebut menyumbang 58% dari total pendapatan tahun 2025. Nilainya mencapai sekitar Rp1.199 triliun, mencerminkan pertumbuhan tahunan 48%.
Dari sisi teknologi manufaktur, node proses canggih menguasai hampir tiga perempat pendapatan wafer perusahaan (74%). Teknologi 3nm menyumbang 24%, sementara teknologi 5nm menjadi porsi terbesar dengan 36%. Ini memperlihatkan bahwa inovasi chip tetap menjadi inti strategi TSMC.
Investasi Mega untuk Menopang Permintaan AI
Manajemen TSMC memproyeksikan momentum positif ini akan berlanjut kuat hingga tahun fiskal 2026. Eksekutif perusahaan menargetkan pendapatan kuartal pertama 2026 berkisar antara Rp574 triliun hingga Rp605 triliun.
Guna mengimbangi peningkatan permintaan yang disebut Wei sebagai sesuatu yang sangat fundamental, TSMC menyiapkan dana tunai besar. CFO TSMC, Jen-Chau Huang, mengingatkan investor bahwa belanja modal (CAPEX) akan jauh lebih tinggi dalam tiga tahun ke depan. Untuk tahun 2026 saja, TSMC mengalokasikan dana antara US$52 miliar hingga US$56 miliar. Angka ini setara dengan Rp878 triliun hingga Rp946 triliun khusus untuk investasi modal tahun tersebut. Strategi ini memastikan TSMC tetap memimpin dalam industri semikonduktor yang didorong oleh revolusi Kecerdasan Artifisial.