Inovasi BRIN: CARRIE, Robot Otonom Solusi Logistik Industri Kompleks
- Istimewa
- CARRIE adalah Autonomous Mobile Robot (AMR) yang dikembangkan BRIN untuk mengatasi medan industri yang sulit dan tidak rata.
- Robot ini memiliki desain mekanik adaptif (swing arm) yang memastikan stabilitas saat melintasi tanjakan, gundukan, dan perbedaan ketinggian.
- CARRIE memanfaatkan navigasi otonom berbasis sensor LiDAR, sehingga tidak memerlukan jalur fisik tetap dan sangat fleksibel terhadap perubahan layout.
- Robot ini berfungsi sebagai asisten kolaboratif, mengambil alih tugas pengantaran material untuk mengurangi risiko dan beban kerja manusia.
Jakarta menghadapi tantangan besar dalam proses pengantaran material di lingkungan industri lokal. Tingginya ketergantungan pada tenaga manusia seringkali mengurangi efisiensi operasional sekaligus meningkatkan risiko keselamatan. Khususnya, area kerja yang memiliki medan tidak rata, ruang sempit, dan lalu lintas padat menjadi penghambat utama. Menjawab situasi mendesak ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan solusi mutakhir: CARRIE. Robot Otonom BRIN CARRIE dirancang sebagai Autonomous Mobile Robot (AMR) yang mampu beroperasi secara mandiri dan kolaboratif di lingkungan industri kompleks.
Tantangan Berat Logistik di Lingkungan Industri
Pengiriman barang atau material di area pabrik dan gudang kerap terhambat oleh kondisi lingkungan yang tidak statis. Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Roni Permana Saputra, menjelaskan bahwa rintangan di lapangan bersifat dinamis dan sulit diprediksi.
Rintangan tersebut mencakup bidang miring, gundukan, perbedaan ketinggian antar permukaan jalan, hingga perubahan tata letak mendadak. Kondisi ini membuat sistem pengantaran konvensional gagal beroperasi secara optimal.
Keterbatasan Sistem Konvensional
Banyak sistem transportasi material berbasis robotik saat ini masih mengandalkan guided vehicle. Kendaraan jenis ini memerlukan jalur tetap yang digariskan di lantai industri.
Keterbatasan ini menyebabkan sistem menjadi kurang fleksibel. Apabila terjadi perubahan layout area produksi atau pergudangan, sistem konvensional membutuhkan penyesuaian ulang yang memakan waktu dan biaya besar. BRIN melihat celah ini sebagai peluang untuk menciptakan sistem yang jauh lebih adaptif.
CARRIE Robot Otonom BRIN: Desain Adaptif dan Otomasi Cerdas
BRIN merancang CARRIE sebagai solusi yang mengedepankan kemampuan beradaptasi dan otonomi penuh. Pengembangan Robot Otonom BRIN CARRIE bertujuan mengurangi beban kerja manusia, meningkatkan keselamatan, dan melipatgandakan efisiensi operasional.
Mekanisme Adaptif untuk Medan Sulit
Untuk memastikan stabilitas di medan berat, CARRIE mengintegrasikan desain mekanik adaptif dengan sistem otomasi cerdas. Secara mekanik, robot ini menggunakan mekanisme swing arm. Mekanisme tersebut menggabungkan dua platform yang terhubung dengan free rotation joint.
Struktur ini memungkinkan setiap bagian robot menyesuaikan diri secara mandiri mengikuti kontur permukaan. Desain inovatif ini menjaga CARRIE tetap stabil dan aman saat membawa muatan, bahkan ketika melintasi gundukan, tanjakan, atau permukaan yang sangat tidak rata.
Navigasi Otonom Peningkatan Fleksibilitas
CARRIE tidak bergantung pada jalur fisik berkat pemanfaatan pemetaan lingkungan dan navigasi otonom. Robot ini menentukan rute paling efisien melalui algoritma optimasi perencanaan jalur.
Persepsi lingkungan secara real-time didukung penuh oleh sensor LiDAR. Sensor tersebut memungkinkan robot mendeteksi berbagai rintangan dan menyesuaikan pergerakan tanpa jeda. Navigasi dan sistem kontrol bekerja simultan untuk menjaga keseimbangan, mengatur kecepatan, dan merespons perubahan medan secara dinamis.
Masa Depan Efisiensi dan Kolaborasi Industri
Sebagai asisten otonom, Robot Otonom BRIN CARRIE dirancang untuk bekerja berdampingan dengan tenaga manusia. Ia juga mampu berintegrasi dengan sistem otomasi lain, seperti conveyor belt. Hal ini memungkinkan transfer tugas pengantaran material yang berisiko tinggi kepada robot.
Keunggulan utama CARRIE terletak pada kemampuan adaptasinya terhadap lingkungan dinamis tanpa ketergantungan pada infrastruktur jalur statis. Potensi penerapannya sangat luas, mulai dari sektor manufaktur, pergudangan, hingga logistik. Uji coba awal yang dilakukan BRIN membuktikan kapabilitas CARRIE beroperasi optimal di lingkungan yang menantang, menandai langkah maju penting dalam otomasi industri di Indonesia.