Bahaya Tidur di Mobil dengan AC Menyala: Bisa Keracunan hingga Meninggal!

Bahaya Tidur di Mobil dengan AC Menyala: Bisa Keracunan hingga Meninggal!
Sumber :
  • hondaoutsidejava

Gadget – Baru-baru ini, kasus kematian penumpang yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil saat beristirahat kembali menggemparkan publik. Kejadian serupa ditandai gejala awal seperti pusing, mual, muntah, mata perih, hingga kehilangan kesadaran kerap dikaitkan dengan kebiasaan tidur di dalam kendaraan sambil menyalakan mesin dan AC, terutama saat perjalanan jauh atau musim liburan.

AC Mobil Bikin Mesin Loyo? Ini Fakta vs Mitos yang Perlu Anda Tahu!

Namun, pertanyaan mendasar muncul: apakah AC mobil benar-benar penyebab keracunan? Atau justru ada faktor tersembunyi yang jauh lebih mematikan?

Dua ahli Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) dan Muhammad Gunawan dari bengkel AC Mobil Premium 99 mengungkap kebenaran di balik mitos dan fakta ini. Jawabannya mengejutkan: bukan AC-nya yang beracun, tapi gas buang dari mesin yang masuk ke kabin.

Waspada! Airbag Bisa Rusak Tanpa Tanda - Ini Cara Deteksinya

Artikel ini mengupas tuntas mekanisme keracunan, peran sistem AC, titik kebocoran berbahaya di bodi mobil, serta langkah pencegahan yang bisa menyelamatkan nyawa.

Fakta Mengejutkan: AC Mobil Bukan Sumber Racun Langsung

Mulai Hari Ini, Polisi Buru Pengendara! Ini 7 Pelanggaran Prioritas Operasi Zebra 2025

Banyak orang mengira bahwa freon (CFC) atau refrigeran dalam sistem AC adalah penyebab keracunan. Namun, menurut Sony Susmana, Training Director SDCI, anggapan ini keliru.

“AC mobil memang menggunakan senyawa seperti CFC atau HFC, tapi itu tidak mudah bocor ke kabin dalam jumlah berbahaya. Masalahnya justru bukan dari dalam sistem AC.”

Sony menjelaskan bahwa freon memang berpotensi merusak lapisan ozon dalam jangka panjang, tetapi tidak menyebabkan keracunan akut seperti pusing atau kematian mendadak. Gejala yang sering dilaporkan mual, lemas, sesak napas umumnya bukan akibat freon, melainkan paparan karbon monoksida (CO).

“Kalau sampai terjadi kematian, hampir pasti karena karbon monoksida (CO) dari gas buang mesin yang masuk ke dalam kabin dan terhirup penumpang,” tegasnya.

Karbon monoksida adalah gas tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa tapi sangat mematikan. Gas ini mengikat hemoglobin dalam darah 200 kali lebih kuat daripada oksigen, sehingga tubuh kekurangan oksigen secara perlahan tanpa disadari.

Bagaimana Karbon Monoksida Bisa Masuk ke Kabin Mobil?

Jawaban kuncinya ada pada desain ventilasi dan kondisi bodi mobil, bukan pada blower atau kompresor AC.

Halaman Selanjutnya
img_title