Waspada! 3 Gunung Api Indonesia Siaga, Ini Daerah yang Harus Ekstra Hati-hati

Waspada! 3 Gunung Api Indonesia Siaga, Ini Daerah yang Harus Ekstra Hati-hati
Sumber :
  • bpbd salatiga

Gadget – Indonesia kembali diingatkan akan kerentanannya terhadap bencana geologi. Di tengah puncak musim hujan dan lonjakan mobilitas masyarakat jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, tiga gunung berapi utama resmi berstatus Siaga (Level III) peringatan tertinggi kedua sebelum status Awas (Level IV).

Siaga Banjir: 6 Link Wajib Pantau Banjir Jakarta Real-Time

Ketiga gunung tersebut adalah:

  • Gunung Merapi (DI Yogyakarta & Jawa Tengah)
  • Gunung Semeru (Jawa Timur)
  • Gunung Lewotobi Laki-laki (Nusa Tenggara Timur)
Saat Gunung Meletus dan Mereka Sedang di Ranu Kumbolo: Kisah Nyata 187 Pendaki Semeru

Berdasarkan data terbaru dari Badan Geologi Kementerian ESDM, sekitar 15 juta jiwa tinggal di kawasan rawan bencana sekitar gunung api berstatus Waspada (Level II) dan Siaga (Level III). Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan kolektif, terutama saat periode liburan yang rawan terhadap gangguan bencana ikutan seperti lahar dingin, longsor, dan hujan abu.

Artikel ini mengupas kondisi terkini ketiga gunung api, rekomendasi mitigasi, potensi bahaya ikutan, serta langkah antisipasi pemerintah melalui Posko Nasional ESDM yang aktif hingga 5 Januari 2026.

Wilayah Anda Masuk? BMKG Sebut Daerah Ini Rawan Hujan Ekstrem Pada 7–13 November!

Gunung Merapi: Raksasa Jawa yang Tak Pernah Benar-Benar Tidur

Gunung Merapi, yang dikenal sebagai "The Fire Mountain", kembali berstatus Siaga (Level III) setelah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai salah satu gunung api paling aktif di dunia, Merapi memiliki sejarah panjang erupsi destruktif termasuk letusan besar tahun 2010 yang menewaskan lebih dari 350 orang.

Saat ini, PVMBG memantau peningkatan:

  • Gempa vulkanik dangkal dan dalam
  • Deformasi tubuh gunung (perubahan bentuk)
  • Suhu kawah yang meningkat

Rekomendasi PVMBG untuk Merapi:

  • Radius 3 km dari puncak dinyatakan zona steril
  • Masyarakat di lereng selatan dan barat daya diminta waspada terhadap awan panas guguran
  • Evakuasi darurat harus siap diaktifkan jika status naik ke Awas

Gunung Semeru: Erupsi Berulang, Lahar Jadi Ancaman Utama

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, telah mengalami empat kali erupsi hanya dalam satu hari pada 7 Desember 2025. Kolom abu mencapai 1 kilometer di atas puncak (4.676 mdpl), dengan arah sebaran ke selatan dan barat daya.

Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya erupsinya tapi risiko lahar dingin. Dengan intensitas hujan yang tinggi sepanjang Desember–Januari, material vulkanik di puncak Semeru mudah terbawa aliran sungai, terutama di Besuk Kobokan, yang menjadi jalur utama lahar sejak erupsi 2021.

Rekomendasi PVMBG untuk Semeru:

  • Tidak ada aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak
  • Jaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai hingga radius 17 km dari puncak
  • Radius 5 km dari kawah dilarang untuk aktivitas apapun karena risiko lontaran batu pijar

PVMBG menegaskan: tidak ada korban jiwa akibat erupsi gunung api sepanjang 2025, tetapi tiga orang luka-luka tercatat di Semeru menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur.

Gunung Lewotobi Laki-laki: Ancaman dari Timur Indonesia

Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki juga naik ke status Siaga. Gunung setinggi 1.584 mdpl ini merupakan bagian dari kompleks vulkanik Lewotobi, yang terdiri dari dua puncak: Laki-laki (laki-laki) dan Perempuan.

Aktivitas terkini menunjukkan:

  • Peningkatan gempa hembusan
  • Kenaikan suhu kawah
  • Emisi gas vulkanik (SO₂ dan CO₂) yang signifikan

Wilayah di sekitar gunung seperti Flores Timur dan sebagian Lembata harus siaga terhadap hujan abu dan awan panas. Infrastruktur jalan dan bandara kecil di kawasan ini rentan terganggu jika erupsi besar terjadi.

24 Gunung Lain Berstatus Waspada: Potensi Ancaman yang Tak Bisa Diabaikan

Selain ketiga gunung berstatus Siaga, 24 gunung api lain tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, NTT, Sulawesi, dan Maluku berada dalam status Waspada (Level II). Beberapa di antaranya yang perlu diwaspadai:

  • Gunung Sinabung (Sumatera Utara)
  • Gunung Anak Krakatau (Lampung)
  • Gunung Ibu (Maluku Utara)
  • Gunung Karangetang (Sulawesi Utara)

Meski belum mencapai level Siaga, aktivitas mereka terus dipantau 24 jam karena potensi eskalasi cepat, terutama saat tekanan tektonik meningkat.

Bahaya Ikutan: Saat Hujan dan Erupsi Bersatu Membentuk Bencana Ganda

Yang membuat situasi akhir 2025 ini sangat kritis adalah kombinasi tiga faktor:

  • Puncak musim hujan (Desember 2025 – Januari 2026)
  • Peningkatan aktivitas vulkanik
  • Mobilitas masyarakat tinggi selama libur akhir tahun

Ketiganya menciptakan kondisi ideal untuk bencana ikutan, seperti:

  • Lahar dingin: campuran air hujan dan material vulkanik yang mengalir deras
  • Longsor di lereng gunung: tanah jenuh air mudah runtuh
  • Banjir bandang di hulu sungai: akibat penyumbatan aliran oleh abu vulkanik

Wilayah dengan risiko tinggi mencakup:

  • Jawa Timur (Lumajang, Malang)
  • Jawa Tengah & DI Yogyakarta (Sleman, Magelang, Boyolali)
  • NTT (Flores Timur, Lembata)
  • Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu

Sejumlah ruas jalan nasional di kawasan ini rawan tertutup longsor atau aliran lahar, mengancam kelancaran perjalanan liburan.

Posko Nasional ESDM: Pusat Koordinasi Darurat 24 Jam

Sebagai respons, Kementerian ESDM telah mengaktifkan Posko Nasional Sektor ESDM sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Posko ini tidak hanya memantau pasokan energi, tetapi juga:

  • Memantau 74 pos pengamatan gunung api secara real-time
  • Mengoordinasikan mitigasi dengan BNPB, pemda, dan TNI/Polri
  • Memberikan peringatan dini ke masyarakat melalui aplikasi dan media

“Kami tidak ingin ada korban. Kesiapsiagaan adalah kunci,” tegas Priatin Hadi Wijaya, Kepala PVMBG.

Indonesia memiliki 127 gunung api aktif dari total sekitar 500 terbanyak di dunia karena berada di Cincin Api Pasifik, pertemuan tiga lempeng tektonik: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Jika Anda tinggal atau berencana bepergian ke wilayah rawan gunung api, lakukan langkah berikut:

  • Pantau informasi resmi melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs PVMBG
  • Patuhi radius larangan yang ditetapkan otoritas
  • Siapkan tas siaga bencana: masker N95, senter, dokumen penting, obat
  • Kenali jalur evakuasi terdekat
  • Jangan percaya hoaks verifikasi setiap informasi cuaca dan vulkanik

Kesimpulan: Waspada Bukan Takut, Tapi Siap

Status Siaga bukan berarti bencana akan terjadi tapi peringatan dini agar kita siap. Dengan sistem pemantauan canggih dan koordinasi antarlembaga yang semakin baik, Indonesia kini jauh lebih siap menghadapi ancaman gunung api dibanding dekade sebelumnya.

Namun, keterlibatan masyarakat tetap menjadi fondasi utama mitigasi. Seperti kata pepatah Jawa: "Sedia payung sebelum hujan." Di tengah liburan yang penuh sukacita, keselamatan tetap yang utama.

Jangan abaikan peringatan. Karena di balik keindahan gunung api, selalu tersimpan kekuatan alam yang tak terduga.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget