Arab Saudi Luncurkan Kapal Perang HMS King Saud di AS, Ini Spesifikasinya!
- The National
Gadget – Pada Selasa, 16 Desember 2025, Arab Saudi secara resmi meluncurkan HMS King Saud, kapal tempur pertama dari ambisius Proyek Tuwaiq program modernisasi besar-besaran Angkatan Laut Kerajaan Saudi (Royal Saudi Naval Forces/RSNF). Peluncuran bersejarah ini tidak dilakukan di wilayah Teluk, melainkan di negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat, menandai babak baru dalam kemitraan pertahanan bilateral yang semakin erat antara Riyadh dan Washington.
Kehadiran HMS King Saud bukan sekadar penambahan armada melainkan sinyal strategis bahwa Arab Saudi sedang bertransformasi dari kekuatan darat menjadi aktor maritim global yang siap mengamankan jalur perdagangan, menangkal ancaman regional, dan mendukung Visi 2030 melalui penguatan industri pertahanan nasional.
Artikel ini mengupas tuntas latar belakang Proyek Tuwaiq, spesifikasi kapal HMS King Saud, kolaborasi dengan AS, serta implikasi geopolitik dari langkah besar Kerajaan ini di tengah ketegangan yang terus membara di Laut Merah, Selat Hormuz, dan Teluk Persia.
Proyek Tuwaiq: Fondasi Modernisasi Angkatan Laut Arab Saudi
Proyek Tuwaiq adalah pilar utama dalam rencana jangka panjang Arab Saudi untuk membangun angkatan laut modern yang mampu beroperasi di tiga dimensi ancaman: udara, permukaan laut, dan bawah laut. Dirancang sebagai respons terhadap ancaman maritim yang semakin kompleks termasuk serangan drone, kapal selam mini, dan gangguan terhadap pelayaran komersial program ini mencakup pembangunan empat kapal tempur multi-misi canggih.
Menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi, tujuan Proyek Tuwaiq meliputi:
- Peningkatan kemampuan operasional RSNF
- Integrasi teknologi pertahanan mutakhir
- Pengembangan program pelatihan elite
- Ekspansi kapasitas respons cepat terhadap krisis maritim
Kapal-kapal ini dirancang untuk melindungi kepentingan nasional Saudi, terutama jalur ekspor minyak dan gas melalui Selat Hormuz arteri energi global yang kerap jadi sasaran tekanan geopolitik.
HMS King Saud: Kapal Tempur Multi-Misi Pertama dari Proyek Tuwaiq
Sebagai kapal pembuka dalam seri empat unit, HMS King Saud (nama yang diambil dari Raja Saud bin Abdulaziz, penguasa Saudi 1953–1964) menjadi simbol kebangkitan maritim Kerajaan. Meski detail teknis lengkap belum dirilis publik, sumber pertahanan mengindikasikan bahwa kapal ini merupakan fregat atau korvet canggih dengan kemampuan:
- Deteksi dan penangkalan ancaman udara (drone, rudal, pesawat)
- Operasi anti-kapal permukaan
- Kemampuan anti-kapal selam ringan
- Sistem komando dan kontrol terintegrasi
- Dukungan misi kemanusiaan dan patroli maritim
Kapal ini dibangun melalui kemitraan strategis antara Fincantieri (raksasa galangan kapal Italia) dan Lockheed Martin (kontraktor pertahanan AS), dengan dukungan teknologi radar, sonar, dan sistem tempur canggih dari Amerika Serikat.
Peluncuran di Wisconsin: Simbol Kemitraan Pertahanan AS–Saudi
Fakta bahwa HMS King Saud diluncurkan di Wisconsin, AS, bukan kebetulan. Lokasi ini mencerminkan kedalaman kemitraan industri pertahanan antara kedua negara. Upacara dihadiri oleh:
- Letnan Jenderal Mohammed Al Ghuraibi, Kepala Staf Angkatan Laut Arab Saudi
- Pejabat senior Kementerian Pertahanan Saudi
- Perwakilan dari Lockheed Martin dan Fincantieri
- Pejabat pemerintah dan militer AS
Dalam sambutannya, Letjen Al Ghuraibi menekankan bahwa dukungan penuh dari kepemimpinan Kerajaan khususnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjadi pendorong utama keberhasilan Proyek Tuwaiq. Ia menyebut inisiatif ini sebagai “elemen sentral dalam membangun angkatan laut modern yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.”
Selain menghadiri peluncuran, Al Ghuraibi juga bertemu dengan Laksamana Daryl Caudle, Kepala Operasi Angkatan Laut AS, untuk membahas peningkatan kerja sama operasional, latihan bersama, dan transfer teknologi.
Modernisasi Pangkalan Jubail: Pusat Operasi Masa Depan RSNF
Proyek Tuwaiq tidak hanya tentang kapal tapi juga infrastruktur pendukung. Arab Saudi sedang memperluas dan memodernisasi Pangkalan Angkatan Laut Raja Abdulaziz di Jubail, salah satu fasilitas maritim terpenting di Teluk Arab.
Pengembangan mencakup:
- Fasilitas pemeliharaan tingkat lanjut untuk kapal-kapal generasi baru
- Pusat pelatihan simulator berbasis AI dan realitas virtual
- Sistem logistik otomatis untuk respons cepat
- Dermaga khusus untuk kapal multi-misi
Langkah ini memastikan bahwa RSNF tidak hanya memiliki kapal canggih, tetapi juga ekosistem pendukung yang berkelanjutan sesuai semangat lokalisasi industri pertahanan dalam Visi Saudi 2030.
Kemitraan dengan AS: Lebih dari Sekadar Jual-Beli Senjata
Kolaborasi dalam Proyek Tuwaiq mencerminkan pergeseran strategis dalam hubungan pertahanan AS–Saudi. Dulu, kemitraan ini didominasi oleh transaksi senjata. Kini, fokusnya beralih ke:
- Transfer teknologi
- Pengembangan SDM militer Saudi
- Integrasi sistem pertahanan
- Koordinasi operasional di kawasan maritim
Menurut Saudi Press Agency (SPA), kemitraan ini “mendukung Visi 2030 dengan memperkuat ketahanan nasional, menciptakan lapangan kerja di sektor pertahanan, dan mengurangi ketergantungan pada impor teknologi.”
Bagi AS, ini juga cara memperkuat sekutu utama di kawasan yang mampu menjaga stabilitas maritim terutama di tengah meningkatnya aktivitas Iran, Houthi, dan kehadiran China di pelabuhan-pelabuhan strategis.
Implikasi Geopolitik: Arab Saudi sebagai Penjaga Keamanan Maritim
Dengan HMS King Saud dan tiga kapal saudaranya, Arab Saudi menegaskan perannya sebagai penjaga keamanan maritim di Teluk Persia, Laut Merah, dan Samudra Hindia bagian barat. Ini bukan hanya soal pertahanan tapi juga pengaruh geopolitik.
Kemampuan RSNF yang meningkat:
- Mengurangi ketergantungan pada armada AS untuk patroli
- Memperkuat posisi Saudi dalam koalisi maritim seperti IMSC (International Maritime Security Construct)
- Meningkatkan daya tawar dalam negosiasi regional
- Menjadi penyeimbang terhadap kekuatan maritim Iran dan Turki
Di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Laut Merah akibat serangan Houthi terhadap kapal komersial kehadiran kapal-kapal seperti HMS King Saud akan menjadi penopang krusial bagi keamanan pelayaran global.
Kesimpulan: Era Baru Angkatan Laut Arab Saudi Telah Dimulai
Peluncuran HMS King Saud di Wisconsin bukan hanya peristiwa teknis ia adalah pernyataan strategis. Arab Saudi tidak lagi hanya mengandalkan pasir dan minyak, tapi juga baja, radar, dan gelombang laut untuk melindungi masa depannya.
Dengan Proyek Tuwaiq, Kerajaan menunjukkan komitmennya untuk:
- Menjadi kekuatan maritim mandiri
- Berkontribusi pada keamanan global
- Mewujudkan visi ekonomi dan pertahanan 2030
Saat HMS King Saud berlayar dari galangan kapal AS menuju perairan Teluk dalam beberapa bulan mendatang, dunia akan menyaksikan kelahiran kembali kekuatan maritim Arab Saudi yang siap menghadapi ancaman, menjaga perdamaian, dan menegaskan perannya di peta kekuatan global abad ke-21.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |