Waspada! Rusia Dikabarkan Kembangkan Senjata Anti-Starlink yang Bisa Lumpuhkan Ribuan Satelit
- Wikimedia
- Peluncuran formasi satelit kecil ke orbit yang berdekatan dengan jalur Starlink (~550 km).
- Satelit-satelit ini melepaskan ratusan ribu butiran logam seukuran milimeter, tersebar dalam formasi luas.
- Butiran tersebut tidak meledak, tapi bergerak dengan kecepatan orbital (~27.000 km/jam), cukup untuk melubangi panel surya, antena, atau sensor satelit.
Akibatnya, satelit kehilangan daya atau fungsi komunikasi mati perlahan tanpa jejak ledakan.
Keunggulan taktisnya?
- Sulit dideteksi: Butiran kecil tidak terlihat oleh radar darat atau sistem pelacakan puing luar angkasa.
- Plausible deniability: Rusia bisa membantah keterlibatannya karena tidak ada “serangan langsung”.
- Efek area luas: Satu peluncuran bisa melumpuhkan puluhan hingga ratusan satelit sekaligus.
Namun, inilah yang justru membuat senjata ini sangat berbahaya.
Risiko Kolateral: Ancaman bagi Semua Negara, Termasuk Rusia dan China
Meski dirancang untuk menargetkan Starlink, awan peluru mikro tidak bisa dikendalikan. Sekali dilepaskan, partikel-partikel itu akan:
- Menyebar di seluruh jalur orbit
- Bertahan selama bertahun-tahun
- Mengancam setiap satelit yang melintas di jalur yang sama
Yang paling mengkhawatirkan, orbit Starlink berada di ketinggian 500–600 km sangat dekat dengan:
- Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) (~420 km)
- Stasiun Luar Angkasa Tiangong milik China (~390 km)
Clayton Swope dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menjelaskan:
“Butiran sekecil 1 mm pun bisa merusak panel surya atau instrumen optik. Kerusakan kecil bisa membuat satelit tak berfungsi dan jika terjadi tabrakan berantai (efek Kessler), seluruh orbit rendah bisa jadi tak layak huni.”
Ironisnya, Rusia dan China sendiri sangat bergantung pada satelit di orbit rendah untuk komunikasi, pengawasan, dan sistem pertahanan. Serangan semacam ini bisa membalikkan keuntungan taktis menjadi bencana strategis.
Tanggapan Pakar: Antara Ancaman Nyata dan Gertakan Strategis
Reaksi komunitas keamanan luar angkasa terbelah.
Yang Skeptis:
Victoria Samson (Secure World Foundation) menyatakan:
“Saya terkejut jika Rusia benar-benar menempuh langkah ini. Risikonya terlalu besar, bahkan bagi mereka sendiri.”
Banyak analis berpendapat bahwa senjata ini mungkin lebih berfungsi sebagai alat intimidasi untuk mendorong Barat mengurangi dukungan Starlink ke Ukraina tanpa perlu menembakkan satu peluru pun.