Tips Olahraga Sehat di Bulan Ramadan Agar Tetap Bugar dan Tidak Lemas
- ilustrasi
Tidak kalah penting, kebutuhan cairan harus dipenuhi dengan baik. Memang, saat berolahraga sebelum berbuka, Anda tidak bisa langsung minum. Namun, Anda bisa mengatur pola minum sejak waktu berbuka hingga sahur. Minumlah air putih secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Misalnya, dua gelas saat berbuka, beberapa gelas setelah makan malam, dan dua gelas lagi saat sahur. Dengan cara ini, tubuh tetap terhidrasi dan siap menghadapi aktivitas keesokan harinya.
Kemudian, asupan nutrisi juga memegang peran besar. Saat sahur, pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama. Tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe untuk membantu menjaga massa otot. Jangan lupa konsumsi sayur dan buah agar kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi. Sementara itu, saat berbuka puasa, awali dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih sebelum menyantap makanan utama yang seimbang.
Meski demikian, setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk mendengarkan sinyal tubuh. Jika muncul gejala seperti pusing, mual, lemas berlebihan, atau jantung berdebar tidak normal, segera hentikan aktivitas. Puasa bukanlah waktu untuk memaksakan diri. Justru, menjaga kesehatan adalah bagian penting dari menjalani Ramadan dengan optimal.
Selain memperhatikan intensitas, jangan abaikan pemanasan dan pendinginan. Walaupun hanya melakukan olahraga ringan, pemanasan tetap diperlukan agar otot tidak kaget dan risiko cedera berkurang. Setelah selesai, lakukan pendinginan agar detak jantung dan pernapasan kembali stabil secara perlahan. Langkah sederhana ini sering kali dianggap sepele, padahal sangat penting untuk menjaga kebugaran jangka panjang.
Di sisi lain, penting pula untuk mengatur target yang realistis. Selama bulan Ramadan, fokuslah pada menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Jika biasanya Anda memiliki program latihan intens, turunkan intensitasnya untuk sementara waktu. Setelah Ramadan berakhir, barulah Anda bisa kembali meningkatkan latihan secara bertahap.
Menariknya, olahraga saat puasa juga memiliki manfaat tambahan. Tubuh dapat belajar menggunakan cadangan energi dengan lebih efisien. Selain itu, aktivitas fisik ringan membantu meredakan stres dan memperbaiki kualitas tidur. Bahkan bagi sebagian orang, olahraga menjelang berbuka menjadi cara efektif untuk mengalihkan perhatian dari rasa lapar dan haus.