Internet Murah 2030: Komdigi Targetkan 10,8 Juta Rumah Tangga
- Istimewa
Pemerintah menunjukkan kepercayaan diri tinggi terkait pencapaian target infrastruktur tersebut. Meutya Hafid menyatakan pihaknya cukup percaya diri karena Komdigi berencana menggelar lelang frekuensi tambahan. Lelang ini bertujuan utama mengembangkan jaringan 5G, namun juga diharapkan membantu layanan 4G.
Sebelumnya, Komdigi sudah sukses menyelenggarakan lelang pita frekuensi 1,4 GHz pada 2025. Seleksi tersebut berfungsi mengoptimalkan pemanfaatan spektrum untuk mendukung layanan akses nirkabel pita lebar.
Pemenang Pita 1,4 GHz dan Spektrum Baru
Hasil lelang pita 1,4 GHz mencatatkan PT Telemedia Komunikasi Pratama sebagai pemenang Regional I (Jawa, Maluku, Papua). Anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) ini memenangkan lelang dengan penawaran tertinggi senilai Rp403,7 miliar. Telemedia mengungguli PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Eka Mas Republik dalam regional tersebut.
Sementara itu, PT Eka Mas Republik mendominasi Regional II (Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara) dengan penawaran Rp300,8 miliar. Perusahaan yang sama juga memenangkan Regional III (Kalimantan dan Sulawesi) dengan penawaran Rp100 miliar.
Pemerintah kini menyiapkan dua lelang frekuensi krusial berikutnya, yaitu pita 700 MHz dan pita 2,6 GHz. Pita 700 MHz bersifat low band, menjamin jangkauan luas, sangat ideal untuk memperluas konektivitas di wilayah pelosok. Sebaliknya, pita 2,6 GHz merupakan mid band yang menawarkan keseimbangan cakupan dan kapasitas, menjadikannya pilihan sempurna untuk mendukung layanan 5G dan peningkatan data di kawasan urban.
Analisis Masa Depan Akselerasi Digital
Keberhasilan Komdigi dalam memperluas cakupan 4G dan 5G, serta rencana masif Layanan Internet Murah 2030, menunjukkan fokus pemerintah pada pemerataan akses digital. Langkah strategis ini sangat vital. Pasalnya, pemerataan infrastruktur telekomunikasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara merata.
Rencana Komdigi melelang spektrum tambahan, seperti 700 MHz dan 2,6 GHz, memperkuat optimisme tersebut. Lelang ini tidak hanya meningkatkan kapasitas jaringan 5G, tetapi juga secara fundamental mendukung upaya pemerintah menjangkau 10,8 juta rumah tangga melalui layanan internet yang lebih terjangkau dan berkualitas. Akselerasi spektrum ini menjadi kunci utama mewujudkan visi konektivitas nasional yang merata.