AS Ancam Serang Iran Jilid 2, Adu Kekuatan Militer AS vs Iran
- lifeworks
Perbedaan mencolok juga terlihat dari anggaran militer. Amerika Serikat mengalokasikan dana pertahanan hampir USD900 miliar per tahun, tertinggi di dunia. Anggaran ini memungkinkan AS mengembangkan teknologi militer mutakhir dan menjaga kesiapan tempur di berbagai belahan dunia. Sebaliknya, Iran hanya memiliki anggaran pertahanan sekitar USD15 miliar, jumlah yang jauh lebih kecil akibat tekanan sanksi ekonomi internasional.
Dalam hal kekuatan udara, dominasi Amerika Serikat hampir tak terbantahkan. AS memiliki ribuan pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat latih, hingga helikopter serang dengan teknologi terbaru. Iran, meskipun tetap memiliki armada udara, sebagian besar masih mengandalkan pesawat lama yang keterbatasannya dipengaruhi embargo panjang. Kondisi ini membuat superioritas udara Amerika Serikat berada jauh di atas Iran.
Namun demikian, kekuatan darat Iran tidak bisa dianggap remeh. Meski jumlah tank dan kendaraan lapis baja AS jauh lebih besar, Iran memiliki keunggulan pada artileri tarik dan sistem roket bergerak. Strategi ini mencerminkan pendekatan Iran yang menekankan kemampuan serangan jarak jauh dan pertahanan asimetris untuk menghadapi musuh yang secara teknologi lebih maju.
Di sektor laut, Angkatan Laut Amerika Serikat kembali unggul jauh. Dengan ratusan kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal selam nuklir, AS mampu memproyeksikan kekuatan militernya ke hampir seluruh penjuru dunia. Iran, di sisi lain, mengandalkan kapal-kapal kecil yang lincah serta kapal selam berukuran sedang untuk mempertahankan wilayah perairannya, terutama di Selat Hormuz yang strategis.
Secara keseluruhan, perbandingan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki keunggulan hampir di semua lini militer. Namun, Iran dikenal memiliki strategi perang asimetris yang berfokus pada ketahanan, jaringan sekutu regional, serta kemampuan roket. Oleh karena itu, jika konflik berskala besar benar-benar terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya terbatas pada kedua negara, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan ekonomi global.