Waspada! Nestle Tarik 3 Merek Susu Bayi-Cek Apakah Produk Anda Termasuk

Waspada! Nestle Tarik 3 Merek Susu Bayi-Cek Apakah Produk Anda Termasuk
Sumber :
  • Nestle

Gadget – Raksasa makanan dan minuman global, Nestlé, mengumumkan penarikan massal tiga merek susu formula bayinya SMA, BEBA, dan NAN di hampir 50 negara pada Desember 2025. Langkah darurat ini diambil setelah ditemukan potensi kontaminasi oleh toksin cereulide, senyawa beracun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus dan tidak bisa dihancurkan bahkan dengan air mendidih.

Waspada! BPOM Bongkar 108 Kosmetik Berbahaya yang Picu Kanker & Rusak Ginja!

Meski hingga kini belum ada laporan kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait produk tersebut, Nestlé menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen ekstrem terhadap keamanan pangan dan kesehatan bayi kelompok paling rentan terhadap risiko kontaminasi makanan.

Artikel ini menyajikan informasi lengkap mengenai asal kontaminasi, gejala keracunan, daftar negara terdampak, merek yang ditarik, serta imbauan untuk orang tua di seluruh dunia.

Viral! Siswa SMA 1 Losarang Diikat dan Dibully, Begini Penjelasan Sekolah

Apa Itu Toksin Cereulide dan Mengapa Sangat Berbahaya bagi Bayi?

Cereulide adalah toksin emetik (pemicu muntah) yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus, mikroorganisme umum yang sering ditemukan di tanah, debu, dan bahan pangan mentah. Namun, yang membedakan cereulide dari kontaminan lain adalah ketahanannya yang luar biasa:

BPOM Ungkap 65 Obat Berbahaya Berisiko Sebabkan Stroke, Cek Apakah Produk Anda Termasuk!
  • Tahan panas ekstrem: tidak rusak meski direbus pada suhu 100°C
  • Stabil dalam kondisi asam: tetap aktif di lingkungan lambung
  • Bekerja cepat: gejala muncul dalam 1–6 jam setelah konsumsi

Pada bayi, paparan cereulide dapat menyebabkan keracunan makanan akut dengan gejala:

  • Mual hebat
  • Muntah berulang
  • Kram atau nyeri perut
  • Diare

Dalam kasus parah, dehidrasi cepat bisa terjadi kondisi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani segera.

Asal Masalah: Kontaminasi pada Bahan Baku Minyak ARA

Dalam pernyataan resminya, Nestlé mengungkap bahwa sumber kontaminasi berasal dari bahan baku minyak arachidonic acid (ARA) komponen penting dalam susu formula untuk mendukung perkembangan otak dan penglihatan bayi.

“Masalah ini teridentifikasi berasal dari bahan baku minyak arachidonic acid (ARA) yang dipasok oleh salah satu mitra kami,” demikian pernyataan Nestlé.

Perusahaan telah menghentikan kerja sama sementara dengan pemasok tersebut dan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok bahan baku sensitif.

Daftar Lengkap Negara yang Terdampak Penarikan

Penarikan bersifat global dan mencakup 49 negara di empat benua. Di beberapa wilayah, merek yang ditarik menggunakan nama lokal, seperti Guigoz dan Nidal di Prancis, atau Alfamino di Jerman.

Eropa (28 negara):

  • Austria
  • Belgia
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Bulgaria
  • Kroasia
  • Republik Ceko
  • Denmark
  • Finlandia
  • Prancis
  • Jerman
  • Yunani
  • Hungaria
  • Irlandia
  • Italia
  • Makedonia Utara
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Rumania
  • Serbia
  • Slovakia
  • Slovenia
  • Spanyol
  • Swedia
  • Swiss
  • Türkiye (Turki)
  • Inggris (UK)
  • Ukraina

Amerika Latin (7 negara):

  • Argentina
  • Brasil
  • Chili
  • Meksiko
  • Paraguay
  • Peru
  • Uruguay

Asia & Oseania (5 negara/wilayah):

  • Australia
  • Tiongkok (China)
  • Hong Kong
  • Selandia Baru
  • Filipina

Timur Tengah & Afrika Utara (9 negara):

  • Bahrain
  • Mesir
  • Iran
  • Kuwait
  • Oman
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab (UEA)

(Catatan: Libya, Maroko, Aljazair tidak termasuk dalam daftar resmi)

Merek yang Ditarik: Bukan Hanya SMA, NAN, dan BEBA

Selain ketiga merek utama, Nestlé juga menarik varian dengan label lokal, antara lain:

  • Guigoz (Prancis)
  • Nidal (Prancis)
  • Alfamino (Jerman, khusus varian tertentu)

Konsumen diminta memeriksa kode batch dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Informasi detail tersedia di situs resmi Nestlé tiap negara atau melalui layanan konsumen lokal.

Respons Otoritas Pengawas: BPOM RI Belum Temukan Produk di Pasar Domestik

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyatakan bahwa produk susu bayi Nestlé yang ditarik secara global tidak beredar di Indonesia.

“Berdasarkan pemantauan kami, ketiga merek tersebut SMA, NAN, BEBA yang terlibat dalam recall global tidak termasuk dalam distribusi resmi Nestlé Indonesia,” ujar juru bicara BPOM.

Namun, otoritas tetap mengimbau masyarakat untuk tidak membeli susu formula impor ilegal melalui platform daring atau pembawa pribadi, karena berisiko tinggi tidak melalui pengujian keamanan.

Imbauan untuk Orang Tua: Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda memiliki susu formula bayi dari merek yang disebutkan, ikuti langkah berikut:

  • Hentikan penggunaan segera, meskipun bayi belum menunjukkan gejala.
  • Periksa kode batch di kemasan dan bandingkan dengan daftar recall di situs Nestlé setempat.
  • Hubungi layanan konsumen Nestlé untuk pengembalian atau penggantian.
  • Awasi gejala keracunan seperti muntah berulang atau lesu ekstrem segera bawa ke dokter jika muncul.
  • Jangan percaya pada klaim “aman direbus” cereulide tahan panas, sehingga merebus tidak menetralkan racun.

Dampak terhadap Kepercayaan Publik dan Industri Susu Formula

Insiden ini menjadi ujian besar bagi Nestlé, yang selama puluhan tahun membangun reputasi sebagai penyedia nutrisi bayi terpercaya. Meski penarikan dilakukan secara proaktif, kekhawatiran tentang kontrol kualitas rantai pasok global kembali mencuat.

Analis industri memprediksi bahwa insiden ini akan mendorong:

  • Peningkatan audit pemasok bahan baku
  • Adopsi teknologi deteksi toksin real-time
  • Transparansi lebih besar terhadap asal-usul komponen formula

Bagi orang tua, kejadian ini menjadi pengingat penting: selalu beli produk dari saluran resmi dan waspada terhadap barang impor tanpa izin edar.

Kesimpulan: Keamanan Lebih Penting dari Kecepatan Produksi

Penarikan susu bayi Nestlé di 49 negara adalah contoh langka dari tindakan pencegahan proaktif di industri pangan dilakukan meski belum ada korban. Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan global mulai bekerja lebih responsif.

Namun, bagi jutaan orang tua di seluruh dunia, kejadian ini juga menjadi alarm: tidak ada kompromi dalam keamanan makanan bayi. Setiap gram susu formula harus melewati standar tertinggi karena nyawa generasi mendatang sedang dipertaruhkan.

Jika Anda ragu tentang keamanan produk yang digunakan, berhenti dulu, cari informasi resmi, dan konsultasikan dengan tenaga medis. Lebih baik waspada daripada menyesal.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget