Rahasia Mobil Listrik Lebih Awet, Ini Panduan yang Jarang Diketahui Pengguna

Rahasia Mobil Listrik Lebih Awet
Sumber :
  • wuling

Selanjutnya, perhatikan tekanan ban secara rutin. Perlu diketahui, mobil listrik umumnya memiliki bobot lebih berat akibat keberadaan baterai besar. Oleh sebab itu, tekanan ban harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Ban yang kurang angin bukan hanya mempercepat keausan, tetapi juga membuat konsumsi daya menjadi lebih boros. Bahkan, jarak tempuh bisa berkurang tanpa disadari. Maka dari itu, pemeriksaan tekanan ban secara berkala menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.

Jangan Panik! Begini Cara Deteksi Kerusakan Kaki-Kaki Mobil Tanpa Bongkar Banyak

Di sisi lain, kenali juga mode berkendara yang tersedia. Umumnya, mobil listrik menawarkan beberapa pilihan seperti Eco, Normal, dan Sport. Mode Eco dirancang untuk efisiensi maksimal sehingga cocok digunakan dalam aktivitas harian, terutama di dalam kota. Sementara itu, mode Sport memberikan akselerasi lebih responsif, namun konsumsi daya tentu meningkat. Jika tujuan utama adalah menghemat energi, maka mode Eco menjadi pilihan paling rasional.

Faktor cuaca pun tidak boleh diabaikan. Suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, dapat memengaruhi performa baterai. Di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, paparan panas berlebih saat parkir di ruang terbuka dapat meningkatkan suhu baterai. Karena itu, sebisa mungkin parkir di tempat teduh atau area tertutup. Selain menjaga kenyamanan kabin, langkah ini juga membantu menjaga stabilitas suhu baterai.

Mobil Listrik 2025: Mana yang Lebih Cuan, Beli atau Sewa Baterainya?

Tidak kalah penting, perhatikan pembaruan perangkat lunak kendaraan. Mobil listrik modern mengandalkan sistem digital yang canggih. Pembaruan perangkat lunak biasanya mencakup peningkatan efisiensi, keamanan, hingga pengelolaan baterai yang lebih baik. Jadi, jika tersedia pembaruan over-the-air, sebaiknya segera lakukan agar performa kendaraan tetap optimal.

Ketika merencanakan perjalanan jarak jauh, persiapan menjadi kunci utama. Meskipun jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik umum semakin berkembang, perencanaan rute tetap diperlukan. Sebelum berangkat, cek lokasi pengisian daya di sepanjang perjalanan. Selain itu, perhitungkan juga penggunaan AC dan kondisi lalu lintas yang bisa memengaruhi jarak tempuh. Dengan perencanaan matang, risiko kehabisan daya di tengah jalan dapat dihindari.

Mitsubishi Bikin Heboh GJAW 2025! Empat Mobil Modifikasi Tampil Beda dan Siap Jadi Inspirasi

Berbicara tentang AC, sistem pendingin kabin pada mobil listrik mengambil daya langsung dari baterai utama. Artinya, penggunaan AC secara berlebihan bisa mengurangi jarak tempuh secara signifikan. Untuk menyiasatinya, manfaatkan fitur pre-conditioning saat mobil masih terhubung ke charger. Dengan cara ini, kabin sudah sejuk sebelum perjalanan dimulai tanpa banyak menguras daya baterai.

Halaman Selanjutnya
img_title