Jangan Asal Makan, Ini Cara Sehat Berbuka Puasa yang Sering Diabaikan
- ilustrasi
Tidak hanya itu, protein sering kali terabaikan saat berbuka. Menu takjil biasanya didominasi karbohidrat sederhana dan gorengan. Padahal, tubuh membutuhkan protein untuk membantu proses pemulihan serta menjaga rasa kenyang lebih lama. Telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, dan tempe bisa menjadi sumber protein yang mudah ditemukan. Kombinasi antara karbohidrat kompleks dan protein membuat energi lebih stabil hingga waktu sahur tiba.
Sementara itu, kebiasaan mengonsumsi gorengan berlebihan juga patut dikurangi. Memang sulit menolak camilan renyah saat berbuka. Namun, makanan tinggi lemak jenuh dapat memperlambat pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang. Jika tetap ingin menikmati gorengan, batasi porsinya agar tidak berlebihan.
Kemudian, sayuran juga tidak boleh dilupakan. Dalam praktiknya, banyak orang lebih fokus pada makanan manis dan lauk favorit. Padahal, serat dari sayuran berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Sup hangat dengan campuran sayur atau lalapan segar bisa menjadi pelengkap menu berbuka. Selain menambah nilai gizi, sayuran membantu tubuh beradaptasi setelah seharian kosong.
Lebih lanjut, cara makan juga menentukan dampaknya bagi tubuh. Mengunyah secara perlahan dan tidak terburu-buru membantu tubuh mengenali sinyal kenyang. Jika makan terlalu cepat, sering kali rasa kenyang datang terlambat dan berujung pada konsumsi berlebihan. Dengan makan secara sadar, risiko gangguan pencernaan bisa diminimalkan.
Tak kalah penting, hindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan. Rasa lelah dan kenyang memang membuat tubuh ingin segera beristirahat. Namun, posisi berbaring dapat memicu naiknya asam lambung. Sebaiknya beri jeda satu hingga dua jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan lebih lancar.
Selain itu, susunan menu utama juga perlu diperhatikan. Idealnya, satu piring berisi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang, ditambah protein, sayuran, serta sedikit lemak sehat. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi meski waktu makan terbatas. Pola makan seimbang ini membantu menjaga stamina sepanjang malam hingga sahur.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mendengarkan sinyal tubuh. Jika sudah merasa cukup, tidak perlu memaksakan diri menambah porsi. Sebaliknya, jika masih lapar, pilih tambahan makanan yang bernutrisi. Prinsipnya adalah menjaga keseimbangan, bukan sekadar memuaskan keinginan sesaat.