Waspada! Ini 8 Obat Paling Sering Dipalsukan Menurut BPOM
- Halodoc
Gadget – Peredaran obat palsu di Indonesia bukan lagi isu kecil. Menurut estimasi World Health Organization (WHO), sekitar 1 dari 10 produk medis yang beredar di negara berpendapatan rendah dan menengah termasuk Indonesia merupakan produk substandar, kedaluwarsa, atau palsu. Angka ini menggambarkan betapa seriusnya ancaman yang mengintai di balik kemasan obat yang tampak biasa.
Menjawab keprihatinan global tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi merilis daftar delapan obat yang paling sering dipalsukan berdasarkan temuan lapangan dan laporan masyarakat. Di antaranya terdapat nama-nama yang sangat familiar: Ventolin Inhaler, Ponstan, Viagra, hingga Tramadol.
Yang lebih mengkhawatirkan, obat palsu ini tidak hanya tidak berkhasiat tapi berpotensi mematikan. Bisa jadi, obat yang Anda beli secara daring atau di toko obat pinggir jalan sama sekali tidak mengandung zat aktif, atau justru mengandung bahan beracun yang membahayakan nyawa.
Artikel ini mengupas lengkap daftar obat berisiko tinggi, modus pemalsuan, dampak kesehatan, serta cara melindungi diri dilengkapi akses ke kanal resmi BPOM untuk verifikasi obat.
Mengapa Obat Palsu Sangat Berbahaya?
Obat palsu bukan sekadar “obat murah yang kurang manjur”. Menurut BPOM, obat palsu dapat berupa:
- Produk yang tidak mengandung zat aktif sama sekali
- Produk dengan kandungan zat aktif terlalu rendah atau terlalu tinggi
- Produk yang mengandung zat berbahaya seperti logam berat atau bahan kimia industri
- Produk dengan kemasan menyerupai asli, tetapi diproduksi tanpa izin
Konsumsi obat semacam ini berisiko menyebabkan:
- Keracunan akut
- Kegagalan pengobatan (misalnya pada asma atau infeksi)
- Resistensi antibiotik
- Ketergantungan (pada obat psikotropika palsu)
- Bahkan kematian, terutama pada pasien dengan kondisi kritis
Dalam jangka panjang, peredaran obat palsu juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan dan meningkatkan beban ekonomi akibat biaya pengobatan ulang.
Daftar 8 Obat yang Paling Sering Dipalsukan Menurut BPOM
Berdasarkan data pengawasan hingga Oktober 2025, BPOM mengidentifikasi delapan obat yang paling rentan dipalsukan. Berikut daftarnya:
- Viagra – Obat disfungsi ereksi yang sangat dicari, sering dipalsukan dengan bahan pengisi berbahaya.
- Cialis – Mirip Viagra, kerap dijual online tanpa resep.
- Ventolin Inhaler – Inhaler untuk asma; versi palsu bisa tidak mengandung salbutamol, berisiko fatal saat serangan asma.
- Dermovate – Krim kortikosteroid kuat untuk kulit; pemalsuan bisa menyebabkan iritasi parah atau penipisan kulit.
- Ponstan – Obat anti nyeri mengandung mefenamic acid; sering dipalsukan dalam bentuk tablet murah.
- Tramadol Hydrochloride – Obat nyeri opioid; pemalsuan berisiko tinggi karena potensi penyalahgunaan dan overdosis.
- Hexymer – Suplemen vitamin B kompleks; meski tampak “aman”, versi palsu bisa mengandung logam berat.
- Trihexyphenidyl Hydrochloride – Obat untuk gangguan gerak (misalnya Parkinson); dosis tidak tepat bisa memperburuk gejala.