Bibit Siklon 93S Akan Jadi Siklon Aktif 21 Desember, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem!
- BMKG
- Pantau informasi cuaca harian melalui situs bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG
- Hindari aktivitas di pesisir selatan Jawa hingga 21 Desember
- Siapkan saluran drainase di rumah dan lingkungan
- Batasi perjalanan ke daerah rawan longsor, terutama di Jawa Tengah dan DIY
- Nelayan tradisional diminta tidak melaut di perairan dengan gelombang >2,5 meter
- Operator transportasi udara dan laut harus memantau NOTAM dan navigasi cuaca
Mengapa Indonesia Sering Dihantam Bibit Siklon?
Indonesia berada di zona konvergensi antara dua samudra (Hindia dan Pasifik) dan dua benua (Asia dan Australia). Posisi ini membuatnya rentan terhadap pembentukan sistem tekanan rendah, terutama saat musim hujan (Oktober–April).
Faktor pemanasan global juga memperkuat suhu permukaan laut, yang menjadi "bahan bakar" utama bagi siklon tropis. BMKG mencatat peningkatan frekuensi bibit siklon di selatan Indonesia dalam lima tahun terakhir tren yang diperkirakan akan berlanjut.
Kesimpulan: Siaga, Bukan Panik
Bibit Siklon Tropis 93S adalah pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa muncul kapan saja di musim hujan. Namun, dengan informasi yang akurat dan kesiapsiagaan yang matang, risiko bencana bisa dikurangi secara signifikan.
BMKG menegaskan bahwa siklon ini tidak akan mendarat di daratan Indonesia, tetapi dampak tidak langsungnya berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi harus diwaspadai terutama di Pulau Jawa dan perairan selatannya.
Masyarakat diimbau tetap tenang, jangan menyebarkan hoaks, dan selalu merujuk ke sumber resmi. Karena dalam menghadapi cuaca ekstrem, kewaspadaan kolektif adalah benteng terbaik.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |