Bibit Siklon 93S Akan Jadi Siklon Aktif 21 Desember, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem!
- BMKG
Faktor Pendukung Intensifikasi Siklon
BMKG menjelaskan bahwa penguatan 93S didorong oleh sejumlah faktor atmosfer yang sangat kondusif:
- Gelombang Equatorial Rossby aktif – memperkuat konvergensi di lapisan bawah
- Suhu permukaan laut hangat (28–30°C) – menyediakan energi termal untuk pertumbuhan awan konvektif
- Wind shear lemah (15 knot) – memungkinkan struktur vertikal siklon tetap stabil
- Kelembapan udara tinggi – mencegah penguapan awan sebelum mencapai ketinggian puncak
- Vortisitas kuat – memperkuat rotasi sirkulasi di lapisan bawah hingga menengah
Kombinasi faktor ini menciptakan "lingkungan ideal" bagi bibit siklon untuk berkembang menjadi sistem cuaca ekstrem yang terorganisir.
Dampak Tidak Langsung: Wilayah Terdampak Hingga 20 Desember 2025
Meski 93S belum menjadi siklon aktif, pengaruhnya terhadap cuaca Indonesia sudah terasa. BMKG memperingatkan tiga jenis dampak utama hingga 20 Desember 2025 pukul 19.00 WIB:
1. Hujan Sedang hingga Lebat
Berpotensi terjadi di:
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur
2. Angin Kencang
Berpotensi terjadi di pesisir selatan:
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DIY
- Jawa Timur
3. Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Jawa hingga NTT
Gelombang Sedang (1,25–2,5 meter):
- Perairan barat Lampung
- Samudra Hindia barat Lampung
- Selat Sunda
- Perairan selatan Jawa Timur hingga NTT
- Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT
Gelombang Tinggi (2,5–4 meter):
- Perairan selatan Banten hingga Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Yogyakarta
Nelayan, pelaku wisata bahari, dan operator transportasi laut diimbau menghindari aktivitas di perairan terdampak hingga kondisi membaik.
Mengapa Bibit Siklon Ini Berbahaya Meski Belum Aktif?
Banyak masyarakat menganggap bahwa hanya siklon aktif yang berbahaya. Namun, BMKG menekankan bahwa bibit siklon justru sering memicu cuaca ekstrem lebih luas karena cakupan sistemnya lebih tersebar.
Bibit Siklon 93S, meski belum terorganisir sempurna, telah:
- Memperkuat konvergensi massa udara di Jawa dan sekitarnya
- Meningkatkan kelembapan atmosfer hingga lapisan atas
- Memperdalam tekanan rendah di Samudra Hindia, yang menarik angin dari daratan
Kondisi ini memicu hujan konvektif intensif di siang hingga malam hari potensi banjir dan longsor pun meningkat, terutama di wilayah perkotaan dan pegunungan.
Imbauan Resmi BMKG: Langkah Mitigasi untuk Masyarakat
BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk meminimalkan risiko: